Buaya-buaya Ini Dikuliti Hidup-hidup, Dagingnya Jadi Santapan
Kekesalan warga Desa Sepaso Timur, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur terhadap buaya sudah memuncak.
BANGKAPOS.COM, SANGATTA - Kekesalan warga Desa Sepaso Timur, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur terhadap buaya sudah memuncak.
Mereka pun menginginkan buaya di sekitar perairan Sungai Bengalon dan Sungai Lembak yang kerap memangsa warga ditangkap.
Alhasil, empat pria yang bisa disebut pawang buaya didatangkan warga dari Tanjung Redep, Kabupaten Bulungan.
Selasa (10/11/2015), keempat warga Tanjung Selor tersebut memenuhi panggilan warga.
Mereka adalah BS, sang pawang buaya berpengalaman bersama MT, SY, dan IS, anak buah yang masih keluarga BS.
Perburuan langsung dilakukan di sekitar Sungai Lembak yang diduga sebagai sarang buaya.
Selama dua hari, hingga Rabu (11/11/2015), keempatnya berhasil menangkap sekitar 52 ekor buaya, baik buaya dewasa maupun anakan.
Perburuan buaya yang mendapat dukungan warga tersebut membuat heboh warga sekampung.
Dari 52 ekor buaya yang ditangkap, satu ekor mati dan dibiarkan di tepi sungai, sedangkan 11 ekor lainnya langsung dikuliti dan jadi tontonan warga.
Aksi menguliti belasan buaya yang salah satunya memiliki panjang sekitar 4 meter itu tersebar melalui media sosial hingga diketahui warga Sangatta.
Kasak-kusuk tentang aksi yang dianggap kejam tersebut berkembang.
Maklum, buaya termasuk salah satu hewan yang dilindungi habitatnya.
Namun di desa tersebut, buaya-buaya itu sengaja ditangkapi dan dikuliti di depan warga.
Bahkan dagingnya dipotong-potong dan dibagikan ke warga yang mau memakannya.
Aparat kepolisian dari Polsek Bengalon langsung bergerak mencari keempat pawang buaya tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/buaya_20151113_131510.jpg)