Bandar Narkoba Abaikan Tembakan, Aksi Kejar-kejaran di Kebun Sawit
Polsek Ukui, Pelalawan, Riau, beraksi seperti di film aksi saat menghentikan pelarian seorang pengedar narkoba, Kamis (26/11) sore.
BANGKAPOS.COM, RIAU- Polsek Ukui, Pelalawan, Riau, beraksi seperti di film aksi saat menghentikan pelarian seorang pengedar narkoba, Kamis (26/11) sore.
Pria berinsial IL tersebut telah diintai sejak pagi, namun saat hendak ditangkap pada sore harinya ia melarikan diri menggunakan mobil, sehingga terjadi kejar-kejaran antara polisi dan penjahat.
Untuk mengentikannya, petugas yang mengejar harus melepaskan beberapa tembakan, setelah terlebih dahulu melepaskan tiga tembakan peringatan. Satu di antaranya mengenai ban depan Toyota Innova yang ia kemudikan.
Namun itu belum cukup untuk menghentikan pelaku kejahatan tersebut.
"Kami sempat melepaskan tembakan peringatan, karena ia memilih kabur. Kita menyita barang bukti sabu seberat 30 gram yang dikemas dalam 11 paket besar. Berikut timbangan digital," kata Kanit Rerskrim Polsek Ukui, Ipda Dafrigo, Jumat (27/11).
Penangkapan bandar sabu, IL oleh Tim opsnal Polsek Ukui ternyata tidak berjalan mulus. IL cukup lihai mengelabui petugas dan nekat melakukan apapun untuk bisa lolos dari sergapan polisi.
Dafrigo menerangkan, awalnya tim opsnal mendapatkan informasi jika IL yang telah lama menjadi target operasi (TO) akan melakukan transaksi.
Tim meluncur ke Tempat Kejadian perkara (TKP) di Jalan Poros PT SLS Simpang Sera, untuk melakukan pengintaian sekitar pukul 10.00 Wib, mulai dari Ukui hingga ke rumah pelaku di Desa Genduang, Pangkalanlesung.
Beberapa jam menguntit, pelaku tak kunjung keluar rumah. Sekitar pukul 15.30 Wib, tersangka keluar mengendarai Toyota Innova warna putih menuju arah Ukui.
Sambil mengikuti dari belakang, ternyata pelaku membelokkan mobilnya ke arah Simpang Sera dan berhenti di jalan seputaran kebun sawit.
Kanit Reskrim Dafrigo mencoba menghampiri untuk mengetahui apa yang ia lakukan.
"Ternyata dia tahu kami datang dan memilih melarikan diri. Ia memacu mobilnya dengan cara berjalan mundur bahkan kecepatan tinggi," ungkap Dafrigo.
Tak ingin buruannya kabur, polisi melepaskan tembakan peringatan tiga kali. Namun bandar sabu itu tak kunjung menghentikan mobilnya.
Petugas menembak ban depan mobil pelaku hingga pecah, tapi pelaku tetap berupaya kabur dan menekan pedal gas.
Petugas berpencar, sebagian memilih mengejar dengan berlari dan sebagian lain mengejar pakai mobil. Sehingga kap mobil anggota Reskrim dan kap mobil pelaku beradu, sampai akhirnya IL berhasil dipepet dan mobilnya terpuruk.