Paranormal Ikut Mencari Nelayan Kepiting yang Hilang di Sungai Baturusa
Nelayan pencari kepiting Adrian (65) warga Selindung Pangkalpinang dilaporkan hilang sejak Selasa (1/12) di perairan Sungai Baturusa
MERAWANG, BN -- Seorang nelayan pencari kepiting Adrian (65) warga Selindung Pangkalpinang dilaporkan hilang sejak Selasa (1/12) di perairan Sungai Baturusa tepatnya di kawasan Jembatan Baturusa II.
BACA: Pria Ini Digigit Laba-laba dan Akibatnya 'Usus' Panjang Keluar
Hingga berita ini diturunkan pihak Basarnas Pangkalpinang bersama unsur terkait masih melakukan pencarian di sekitar wilayah menghilangnya korban.Keluarga juga mendatangkan dua paranormal dalam upaya pencarian korban.
BACA: Diterpa Gosip Foto Mesra, Pasha Ungu Nyanyikan Andai Ku Tahu
Humas Basarnas Pangkalpinang Indra Cahyadi mengungkapkan pihaknya menerima laporan orang hilang atas nama Adrian dari warga bernama Onay.
"Kami menerima info Selasa (1/12) pukul 21.00 WIB. Kami langsung menerjunkan personil dan rubber boat, namun karena semalam tidak memungkinkan dilakukan pencarian, akhirnya pencarian baru dilakukan, Rabu (2/12) pagi ini," kata Indra.
BACA: Wow, Pose Sentuh Payudara dengan Satu Tangan Lagi Ngetren
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima pihaknya Andrian pada Selasa pagi berangkat mencari kepiting di muara sungai Baturusa.
"Tapi sampai sore hari belum juga pulang. Pihak keluarganya akhirnya menyusul ke lokasi tempat ia mencari kepiting tetapi hingga malam hari belum juga ketemu. Akhirnya mereka melaporkan ke Basarnas," kata Indra.
BACA: Tersangka Pembunuh Gadis Prabumulih Ini dalam Seminggu 4 Kali Kencani Wanita Malam
Keluarga Andrian sangat mencemaskan keselamatan bapak tiga anak tersebut. Onay, keluarga Andrian saat dihubungi, Rabu (2/12) pagi terdengar menangis tersedu-sedu.
"Katanya sudah tidak ada lagi pak, tapi belum ketemu sampai sekarang. Ini tim SAR sedang mencarinya," ujar Onay sembari menangis sesegukan.
Dengan terbata-bata Onay mengatakan Andrian mencari kepiting menggunakan alat pencari kepiting yang disebut Pintur di muara sungai Baturusa. "Dia turun tidak pakai perahu pak," ujarnya.
Sementara aktivitas pencian masih terus dilakukan di tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, Tagana, Dit Polair Polda, PMI dibantu warga. Terik panas disertai hujan tak menyurutkan semangat tim gabungan.
Tagana kota Pangkalpinang mendirikan posko darurat di tepi jalan tak jauh dari lokasi eks PT Rinjani.
Ratusan keluarga, kerabat dan tetangga sekitar tempat tinggal Adrian berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian untuk menyaksikan proses pencarian Adrian. Pandangan mereka, tertuju ke arah tim gabungan yang melakukan penyisiran di alur dan anak sungai Baturusa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/upaya-pencarian-nelayan-kepiting-adrian_20151202_151452.jpg)