Penambangan Berkurang, Penyelewengan BBM Kemungkinan Berkurang
Turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada awal Tahun 2016 ini perlu dilakukan pengawasan secara ketat agar tidak terjadi penyelewengan BBM.
Penulis: nurhayati | Editor: edwardi
Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada awal Tahun 2016 ini perlu dilakukan pengawasan secara ketat agar tidak terjadi penyelewengan BBM.
Diakui Ketua Komisi C Hendra Yunus, dari dulu untuk BBM di Bangka rawan terjadinya penyelewengan.
Pasalnya daerah ini merupakan daerah penambangan timah sehingga BBM bersubsidi bisa diselewengkan untuk kebutuhan industri apalagi untuk penambangan.
"Kalau BBM dikatakan rawan tidak rawan dari dulu rawan. Kita ini melihat di Bangka kalau dulu rawannya karena tambang-tambang masih banyak. Jadi untuk BBM jenis solar banyak diperlukan. Stok kurang antri penuh di pom itu," kata Hendra didampingi Wakil Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bangka Firdaus Djohan, Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bangka Mulkan dan Herman CH, saat dikonfirmasi bangkapos.com, Selasa (5/1/2016) di Ruang Komisi C DPRD Kabupaten Bangka.
Namun melihat sektor tambang sekarang ini mulai berkurang, maka penyelewengan BBM sedikit berkurang.
"Kemungkinan penyelewengan itu agak berkurang kecil. Kita lihat dilapangan antriannya berkurang. Walaupun ada mungkin tingkatnya tidak seperti dulu karena penambangan sudah agak kurang," ungkap politisi Partai Demokrat ini.