Breaking News:

Tahun 2016, Dishub Pangkalpinang Targetkan Retribusi TPR Terminal 100 Juta

Kepala Dishubkominfo Kota Pangkalpinang, Anggo Rudi menyayangkan, banyak supir nakal yang tidak membayar retribusi

Tahun 2016, Dishub Pangkalpinang Targetkan Retribusi TPR Terminal 100 Juta
dok. bangkapos.com
Kepala Dishubkominfo Pangkalpinang, Anggo Rudi.

Laporan wartawan Bangka Pos, Zulkodri

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Kepala Dishubkominfo Kota Pangkalpinang, Anggo Rudi menyayangkan, banyak supir nakal yang tidak membayar retribusi ketika masuk ke Terminal di Kawasan Kota Pangkalpinang.

Padahal Kota Pangkalpinang, banyak keluar masuk kendaraan.

Untuk itu, kedepan pihaknya akan menaikkan target TPR (tempat pemungutan retribusi) di terminal di 2016 menjadi 100 juta. Jumlah ini, meningkat 20 juta dibandingkan 2015 hanya Rp 80 juta.

Seharusnya retribusi dari TPR di terminal bisa dimaksimalkan mengigat jumlah kendaran baik bus maupun angkutan kota (angkot) jumlahnya tidak sedikit, terdata kurang lebih ada 600 unit angkot di Pangkalpinang, dengan kondisi sekitar 400 unit masih beroperasi sehingga bisa dihitung jumlah retribus yang diperoleh masing-masing TPR Terminal.

" Di 2015, target kita 80 juta, dan realisasinya 81 juta. Jumlahnya ini, seharusnya bisa lebih besar, mengigat jumlah kendaraan. Jadi tahun ini, kita tingkatkan menjadi 100 juta," ujarnya kepada bangkapos.com, Senin (18/01/2016).

Diakui Anggo, dirinya tidak mengetahui secara pasti kenapa para pengumudi masih enggan membayar retribusi terminal. Padahal nilai retribusi menurutnya tidak terlalu besar, untuk Bus retribusi Rp 4000, sedangkan kendaraan L300 sebesar Rp 3000 dan lainnya Rp 2000.

" Kita memiliki tiga terminal, yakni terminal Selindung, keramat dan Girimaya. Dan setiap TPR ada dua petugas yang diawasi PPNS. Jadi tidak mungkin ada kebocoran," ucapnya.

Untuk mengantisipasi kebocoran tersebut, lanjut Anggo, pihaknya akan melakukan razia mendadak, apakan sebulan dua kali, atau sifatnya insidentil.

" Bisa saja setiap hari kita lakukan razia, bisa sebulan dua kali. Apabila saat razia kita mendapatkan ada kendaraan membandel, maka akan kita lakukan tindakan tegas, dengan melakukan penilangan. Dan apabila tidak membayar, maka pihaknya akan memeriksa izin trayek, Kir dan sebagainya, dan kita akan hambat segala perizinannya. Tindakan ini, kita lakukan, untuk meningkatkan nilai PAD dari retribusi TPR," ujarnya.(Zky)

Penulis: M Zulkodri
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved