Gegana Bersiap Amankan Ransel Diduga Berisi Bom, Tiba-tiba Pria Ini Datang
Dengan wajah takut dan tolah-toleh heran dengan adanya petugas polisi banyak, lelaki tersebut mengatakan ingin mengambil tas.
BANGKAPOS.COM, BADUNG - Petugas Polsek Kuta mendapatkan laporan adanya tas mencurigakan di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM), Jalan Kartika Plaza, Kuta, Badung, Bali, Sabtu (23/1/2016).
Laporan yang berawal dari Security Waterboom, Ketut Sadia (31) yang pada pukul 23.30 wita hendak melakukan patroli dan pemeriksaan di areal Waterboom.
Saat patroli di kawasan depan Waterboom, di dalam ATM Bank Commonwealth saksi melihat satu buah helm warna biru yang di atasnya ditaruh tas rangsel warna hitam.
"Setelah itu Ketut melaporkan benda yang dicurigainya tersebut ke Mapolsek Kuta. Hanya saja, karena saksi melihat ada mobil Patroli Brimob lewat, kemudian saksi menghentikan mobil patroli Brimob dan melaporkan ada tas di dalam ATM," jelas Kapolsek Kuta, Minggu (24/1/2016).
Setelah mendapati laporan, petugas Brimob sempat melihat ke ATM Commonwealth kemudian menghubungi rekannya di bidang Gegana (penjinak bom) untuk segera meluncur ke Kuta.
Dalam pengamatan Tribun Bali dilangan dini hari kemarin.
Lebih dari 20 petugas kepolisian baik dari jajaran Sabhara, satuan Kejahatan dan Kekerasan (Jatarnas) Polda, Polresta, dan Polsek Kuta, serta jajaran Brigadir Mobil (Brimob) mengamankan lokasi yang berada di pinggir jalan.
Nampak petugas mengamati petak ATM yang berdiri sejajar lima petak.
Sedangkan tas dan helm biru yang menjadi pusat perhatian berada di petak ATM nomor dua dari arah Kuta menuju ke Pantai Jerman.
Dua mobil Sabhara nampak menutup jalan dari jarak 100 meter sebelum kotak ATM.
"Kita sudah siapkan dan kita benar-benar siaga. Jadi jangan main-main dengan pengamanan. Apalagi soal bom sangat sensitif, jangan asal bicara dan jangan bermain-main. Apalagi sejumlah tempat usaha asing di Indonesia menjadi sasaran teror. Jadi kita siagakan petugas," ujar Kasatreskrim Polresta Denpasar, Kompol Reinhard Habonaran Nainggolan yang mendampingi Kapolresta Denpasar, AA Made Sudana di TKP dini hari.
Setelah berselang hampir satu jam Minggu (24/1/2016) pukul 00.30 Wita seorang petugas keamanan dari G4S langsung mendatangi ATM milik perusahaan di Australia ini.
Dengan wajah takut dan tolah-toleh heran dengan adanya petugas polisi banyak, lelaki tersebut mengatakan ingin mengambil tas.
"Maaf saya mau ambil tas di dalam ATM," cetus Markus Yordan Rangga (21) kepada petugas yang terkejut menanyakan keberadaanya.
Setelah itu, pemuda yang akrab dipanggil Markus langsung mengambil tas dengan didampingi petugas tim Brimob.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/teror-bom_20160124_232121.jpg)