Inilah Kandungan Mie Instan 'Berbahaya' yang Diposting YLKI Melalui Facebook
Dalam postingan berjudul 'Dibohongi Mi Instan' yang diunggah Minggu (31/1/2016) ini, terdapat sejumlah fakta mencengangkan mi instan yang selama...
BANGKAPOS.COM - Fanpage resmi Facebook milik Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengunggah postingan yang 'menggugah' penggemar mi instan.
BACA: Inilah 6 Cara Menyambut Suami Ketika Pulang ke Rumah
Dalam postingan berjudul 'Dibohongi Mi Instan' yang diunggah Minggu (31/1/2016) ini, terdapat sejumlah fakta mencengangkan mi instan yang selama ini dikonsumsi masyarakat.
Fakta pertama dalam postingan berbentuk gambar itu, tertulis bahwa mi instan tidak mengandung nutrisi apapun.
BACA: Idap Penyakit Langka, Noah Tak Boleh Mandi Seumur Hidup
"Namun, makanan ini mengandung hampir 2.700 miligram sodium dalam satu kemasannya," demikian tertulis dalam gambar mi instann tersebut.
Lalu fakta kedua, mi instan mengandung bahan pengawet beracun TBHQ yang umum ditemui di semua jenis makanan yang telah diproses, dimana bahan ini diproduksi juga di industri minyak tanah.

BACA: Luar Biasa, Kulit Kepala Pria Ini Ternyata Bisa Sedot Kaleng
"Hanya 1 gram saja dari TBHQ dapat memberi efek muntah dan mual, tinnitus (dengungan pada telinga) delirium atau perasaan tercekik," tulis dalam postingan tersebut.
Fakta ketiga yakni makanan populer ini juga mengandung monosodium glutamat (MSG) yang bisa memacu kerja sel saraf Anda secara berlebihan dan bisa mengakibatkan kerusakan atau kematian.
BACA: Jangan Takut Menangis, Ini Dia Manfaatnya Bagi Kesehatan
"Alhasil, disfungsi dan kerusakan otak dapat terjadi dalam berbagai stadium, hal ini bahkan memicu terjadinya penurunan kemampuan belajar, penyakit Alzheimer, Parkinson dan lainnya," tulis dalam postingan itu.
Kemudian, fakta terakhir yakni, wanita yang mengonsumsi mi instan lebih dari dua kali dalam seminggu, 68 persen lebih rentan terhadap penyakit metabolisme tubuh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/cuplikan-postingan-ylki-tentang-bahaya-mengonsumsi_20160201_192935.jpg)