10 Fakta Mengejutkan Soal Lesbi yang Tidak Kamu Tahu!
Tapi, apakah kamu tahu dari mana sitilah tersebut berasal, mulai kapan kata tersebut dipergunakan untuk merujuk pada hubungan sesama jenis,
BANGKAPOS.COM -- Kamu mungkin sering mendengar istilah “lesbian” atau LGBT.
Tapi, apakah kamu tahu dari mana sitilah tersebut berasal, mulai kapan kata tersebut dipergunakan untuk merujuk pada hubungan sesama jenis, dan hal lain yang berkenaan dengan kata “lesbian”?
VIDEO : AYAH MIRNA SEBUT JESSICA MINTA CIUM
//
VIDEO SAAT AYAH MIRNA SEBUT JESSICA MINTA CIUM==> http://goo.gl/07He8IPernyatan Darmawan menjawab pertanyaan dari pengacara kondang Hotman Paris Hutapea.
Dikirim oleh Bangka Pos pada 2 Februari 2016
Dikutip dari bersosial.com, simak dulu 10 fakta mencengangkan soal lesbian yang mungkin kamu belum tahu selama ini :
Lesbia dari Pulau Lesbos
Lesbi merupakan satu istilah yang biasa digunakan untuk merujuk pada kalangan perempuan yang mencintai sesamanya. Namun, tidak banyak orang yang mengetahui bahwa kata tersebut berasal dari sebuah pulau yang bernama Lesbos.
Pulai ini berada di tengah lautan Egeis pada zaman kuno dan hanya dihuni oleh kaum perempuan. Siapa pun yang lahir di pulau ini akan mendapatkan nama belakang Lesbia.
Penyair Shappo
Pulau Lesbos merupakan tempat kelahiran penyair Shappo, yakni penyair perempuan yang senang membuat puisis cinta untuk sesama perempuan. Puisi yang ditulisnya sekitar 2600 tahun yang lalu kemudian ditemukan pada tahun 2004, lalu diluncurkan di Inggris pada tahun 2005.
BACA : BEGINI CARA RUHUT SITOMPUL EKSEKUSI WANITA
Syair yang ditulisnya merupakan curahan hati Shappo bagi kawan-kawan perempuannya di pulau tempat ia lahir. Kalangan agamawan di gereja kemudian melarang tulisan Shappo untuk dibaca karena dianggap berisi segala hal yang berisi erotisme perempuan dan cenderung mengajak persepsi perempuan untuk menjadi lesbian.
Zaman Nabi Luth
Lesbian pertama kali muncul yaitu pada zaman Nabi Luth di negeri Sadam dan Gomorah. Sadam mengalami kehancuran moral akibat banyaknya kaum perempuan yang lebih senang berhubungan dengan sesamanya dibandingkan dengan laki-laki.
Larangan Lesbian di Eropa
Berbeda dengan sekarang, pada zaman dulu Eropa sangat melarang kaum lesbian muncul dalam dunia sosial. Bahkan hal tersebut dianggap sebagai kriminalitas dan akan dikenai hukum dengan dasar pembenaran yang berasal dari teks Injil.
Oleh sebab itu, kaum perempuan yang ketahuan memiliki hubungan sesama jenis akan langsung dihukum mati oleh keluarga atau masyarakat sekitarnya. Hal ini banyak terjadi di Belanda sekitar tahun 1730-an.
Gay Muda Amsterdam
Semenjak ada hukum bahwa lesbian atau gay dianggap sebagai sesuatu yang kriminal, banyak orang yang menjadi korban kekerasan sehingga pada tahun 1960-an, kaum lesbian di seluruh Eropa menuntut persamaan hak dengan warga negara lain tanpa harus membedakan orientasi seksualnya. Lantas pada tahun 1970, kelompok Gay Muda Amsterdam kemudian melakukan aksi peringatan nasional untuk mereka yang telah meninggal akibat kekerasan hukum yang berlaku pada kaum lesbian dan gay.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/pasangan-lesbian_20151003_174645.jpg)