50 Mahasiswa Sulap Jalan Raya di Pangkalpinang Jadi Kinclong
Sedikitnya 50 mahasiswa dan dosen Universitas Bangka Belitung (UBB), Jumat (12/02/2016), turun ke kawasan banjir di Pangkalpinang.
Laporan Wartawan Bangkapos.com, Dodi
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sedikitnya 50 mahasiswa dan dosen Universitas Bangka Belitung (UBB), Jumat (12/02/2016), turun ke kawasan banjir di Pangkalpinang.
Mereka bersama warga masyarakat bahu-membahu membersihkan tonan sampah yang berserakan di sejumlah lokasi kawasan banjir.
“Sampah kami kumpulkan, kemudian dimasukkan ke dalam bak pick-up UBB untuk dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir sampah di Pangkalpinang,” ujar Ekki, mahasiswa Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi UBB, Jumat sore.
Operasi ‘bersih-bersih’ ini dimulai sekitar pukul tujuh pagi. Sebelum ke lokasi banjir yang kini sudah mengering, mahasiswa dan dosen UBB berkumpul di Posko Penanganan Banjir UBB-PT Timah di eks gedung rektorat UBB Jalan Merdeka.
Pada Jumat pagi itu, selain mahasiswa dan dosen UBB, ratusan pegawai Pemkot Pangkalpinang, TNI dan Polri, serta pegawai perusahaan swasta, termasuk PT Timah Tbk, dan pelajar dari sejumlah sekolah dikerahkan ke lokasi bekas banjir di Pangkalpinang.
Didukung armada angkut berupa truk, sampah yang telah dikumpulkan mereka bawa ke Tempat Pembuangan Akhir sampah.
Pemandangan serupa terlihat di depan kantor redaksi Bangka Pos. Tampak alat berat digunakan memindahkan sejumlah gulungan kertas dari kantor pers itu.
Banjir besar melanda Pangkalpinang, Selasa kemarin, menyisakan tumpukan sampah di mana-mana. Hampir di semua lokasi bekas banjir tampak tumpukan kayu, kertas, pakaian dan alat-alat rumah, tangga berserakkan.
Sampah dalam jumlah besar -- puluhan ton-- lazim ditemukan di kawasan padat penduduk, seperti di Jalan Balai, Jl A. yani, Jl Trem, Paritlalang, dan seputar pemukiman Lapangan Mandara.
Di Jalan Sudirman, bahkan tumpukan sampah jamak ditemukkan di sejumlah tempat. Baik di depan ruko maupun badan jalan. Tumpukan sampah itu ‘merusak’ pemandangan dan bisa menjadi sumber penyakit.
Jumat pagi itu tampak warga giat membersihkan rumah masing-masing. Mereka mengeluarkan alat rumah-tangga yang sebelumnya terbenam air dan berlumur lumpur bawaan banjir.
Kasur, kursi dan alat-alat lain seperti tempat tidur mereka bawa ke luar rumah. Sebagian dari alat rumah-tangga itu di jemur di tepi jalan.
Maka kehadiran relawan yang membersihkan sampah di bekas banjir sangat diharapkan. Hanya dalam hitungan jam, jalan umum sudah kembali ‘kinclong’.
Sementara itu di Posko Penanganan Banjir UBB-PT Timah tampak jumlah korban banjir sudah berkurang. Sebagian besar telah kembali ke rumah masing-masing.
“Hanya tampak beberapa anak-anak panti yang sedang bermain di halaman posko. Mereka tampak gembira, bercanda sesama rekannya,” ujar Rido, staf UPT Kerjasama, Humas dan Penerbitan UBB.
Selain anak-anak panti asuhan, di posko itu masih dijaga oleh sejumlah mahasiswa UBB.
“Diperoleh kabar, posko akan ditutup pada hari Minggu esok. Namun itu pun setelah petugas posko mempertimbangan cuaca di Pangkalpinang. Khawatir hujan deras dan mengguyur kembali kawasan rendah rawan banjir di kota ini,” kata Aris. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/mahasiswa-ubb-gotongroyong_20160212_191821.jpg)