Pagi-pagi Siswa SD Sudah Main Lotre di Depan Sekolah
Putri, bukan nama sebenarnya, siswi sekolah dasar di Kota Pangkalpinang, terlihat memilih beragam mainan yang dijual di halaman sekolah
Penulis: Alza Munzi | Editor: edwardi
Laporan Wartawan Bangka Pos, Alza Munzi
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Putri, bukan nama sebenarnya, siswi sekolah dasar di Kota Pangkalpinang, terlihat memilih beragam mainan yang dijual di halaman sekolah tempatnya belajar, Selasa (1/3/2016) pagi.
Sekitar satu menit mencari-cari yang cocok, matanya tertuju pada kertas cabutan atau biasa disebut mainan lotre, dengan hadiah tertentu.
Setelah membayar Rp 1.000, Putri mengadu peruntungan sepagi itu. Setelah menimbang, memeriksa dan akhirnya dia memilih satu kertas.
Saat dibuka, tertera tulisan Rp 1.000. Artinya, cabutan kertas Putri berhadiah uang Rp 1.000. Senilai dengan uang yang dikeluarkannya.
"Cabut satu kali lagi lah," kata si penjual mengarahkan Putri mencabut satu kertas lagi.
Bocah SD itupun mengikuti perintah penjual. Cabutan kedua, di kertas tertulis permen. Pagi itu, Putri dapat hadiah permen dari hasil cabutan lotre.
Kejadian dengan kondisi seperti itu telah berlangsung berpuluh-puluh tahun yang lalu. Hanya bentuk dan metode saja yang sedikit berbeda.
Pelajar di Indonesia termasuk di Babel, terutama tingkat sekolah dasar sudah mengenal sistim lotre di luar bangku belajar.
Secara tersirat, kondisi ini terlihat biasa-biasa saja. Namun, secara tidak langsung berpengaruh terhadap pola pikir dan sikap siswa . Pagi-pagi, sebelum belajar siswa sudah berlatih mengundi peruntungan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/siswa-sd-2_20160301_083637.jpg)