Saat Gerhana Matahari, Burung Berhenti Berkicau
Kawanan Tupai yang awalnya asyik berkejar-kejaran di pepohonan di bawah Mercu Suar juga langsung menghilang
HEWAN bertingkah aneh saat gerhana matahari total (GMT), Rabu (9/3) pagi.
Nyanyian beraneka jenis burung hutan di wilayah Mercu Suar Tanjung Berikat, Desa Batu Beriga, Kabupaten Bangka Tengah, Rabu (9/3) spontan menghilang saat puncak GMT berlangsung sekitar pukul 07.22 WIB.
Kawanan Tupai yang awalnya asyik berkejar-kejaran di pepohonan di bawah Mercu Suar juga langsung menghilang.
"Iya tadi ramai kicuan burung sebelum puncak gerhana," ungkap warga yang menyaksikan GMT dari kawasan Mercusuar, Tanjung Berikat.
Kicauan burung kembali terdengar setelah langit perlahan-lahan mulai terang seiring dengan menjauhnya bayangan bulan dari matahari.
Di Tanjungpandan, Belitung, keanehan serupa juga terjadi.
Seekor burung kenari mendadak diam lalu seperti ketakutan saat sinar matahari hilang kemudian alam beranjak gelap saat gerhana sekitar pukul 07.17 WIB.
Burung milik Eko Firmansyah, warga Lesung Batang, Tanjungpandan, yang pernah menjadi juara kontes burung ini ini awalnya aktif bergerak serta berkicau saat dipindahkan dari dalam rumah ke teras belakang untuk dijemur.
Begitu sinar matahari mulai gelap akibat gerhana matahari, burung juara I kelas Ronggolawe Kenari pada 14 Juni 2015, juara Raja SF Saung Galing Trusss Berkicau 24 Mei 2015, dan juara I kenari kelas Kacang Butor 21 Desember 2014 ini tingkahnya mendadak berubah.
"Tadinya seperti biasa berkicau. Pas gelap tiba-tiba seperti ketakutan terbang ke sana kemari di sangkar. Kemudian diam seperti trauma. Bergerak pun tidak. Sepertinya dia stres," ucap Eko yang tak menyadari imbas gerhana ikut berdampak para perilaku burung peliharaannya itu.
Uniknya lagi, burung-burung itu memilih membelakangi arah timur.
"Berubah langsung, lain dari biasanya. Itu ayam-ayam juga masuk kandang," kata penggemar burung berkicau di Belitung ini.
Perilaku tak biasa ini hanya dialami burung kenari miliknya.
Hal yang sama juga terjadi pada burung miliknya yang lain, seperti love bird, kacer, colibri ninja, dan murai batu.
"Semua tadi ramai. Bekicau terus. Tapi mendadak kompak diam. Padahal jam-jam segini habis dipindah, biasanya ramai suara burung ini," kata Eko.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/gt12_20160309_141424.jpg)