Pasar Kite Jadi Sorotan, Kejaksaan Turun Tangan
Lantai bagian dalam gedung Pasar Kite Kota Sungailiat Kabupaten Bangka menjadi sorotan para pedagang.
Laporan Wartawan Bangka Pos, Ryan A Prakasa
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Selain plafon rusak, lantai bagian dalam gedung Pasar Kite Kota Sungailiat Kabupaten Bangka menjadi sorotan para pedagang karena pengunjung sering terjatuh.
"Sering orang belanja terpeleset di lantai dalam gedung ini, sebab kondisi lantainya licin karena dibangun pakai marmer atau tegel yang permukaannya licin," kata Kasiman (53), pedagang yang berjualan di dalam gedung Pasar Kite, saat ditemui bangkapos.com, Minggu (133/2016) siang.
Kasiman menilai pengerjaan gedung Pasar Kite terkesan asal-asalan.
"Semisal saat ada kejadian plafon gedung bagian depan sana jatuh, waktu itu diperbaiki hanya bagian bawahnya saja, semestinya bagian atasnya pun harus diperbaiki," katanya.
Tak hanya itu, saluran air WC umum yang terdapat di sekitar gedung Pasar Kite mampet sehingga kerap dikeluhkan pedagang dan pembeli.
Kasiman mengungkapkan, dari sejumlah kios Pasar Kite yang dibangun pemerintah daerah itu hanya sebagian yang dipergunakan oleh pedagang. Ukuran kios di antaranya 2 x 4 meter dan 4 x 4 meter termasuk bangunan meja lapak pedagang.
"Kalau kios yang saya tempati ini ukurannya 2 x 4 meter dan ini biaya yang harus saya bayar Rp 1,7 juta per tahun. Beda halnya dengan meja lapak yang ada di dalam gedung pasar ini, mereka sistemnya bayar perhari," katanya.
Air dari septic tank di bagian depan luar gedung pasar itu kadang meluap ke permukaan halaman depan gedung atau dekat parkir motor, sehingga menebarkan aroma tak sedap.
"Mungkin sistem saluran pembuangannya yang tidak bagus saat dibangun dulu," kata petugas parkir di kawasan Pasar Kite.
Informasi yang berhasil dihimpun bangkapos.com di lapangan termasuk dari pedagang setempat menyebutkan Pemkab Bangka tak cuma membangun sejumlah kios pedagang di dalam gedung Pasar Kite.
Pemda juga membangun sejumlah kios di luar gedung dengan model dan ukuran yang berbeda-beda diantaranya, ukuran 1,5 x 2 meter sebanyak 66 unit, ukuran 2 x 3 meter sekitar 100 unit dan ukuran 4 x 4 meter serta ukuran 2 x 4 meter sebanyak 20 unit termasuk meja lapak jual ikan diperkirakan sekitar 256 unit. Dari sejumlah meja jual ikan tersebut, baru 80 unit terpakai.
Pasar Kite Sungailiat diresmikan oleh Gubernur Babel H Rustam Efendi pada Selasa (14/4/2015).
Dalam berita yang pernah dilansir harian ini sebelumnya, disebutkan proyek pembangunan Pasar Kite Sungailiat sempat menuai sorotan Wakil Ketua DPRD Babel, Dedy Yulianto lantaran menurut politisi asal Gerindra itu pekerjaan proyek tersebut diduga tidak sesuai spek.
Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Babel, Ariefsyah Mulia Siregar SH ketika dikonfirmasi beberapa waktu lalu mengatakan pihaknya sedang membidik proyek pembangunan Pasar Kite Sungailiat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/pasar-kite_20160313_135230.jpg)