Bisnis Esek-esek On Call Terbongkar, Begini Modusnya
TH (22) dan RN (24) harus berurusan dengan polisi karena terlibat dalam praktik prostitusi on call di Kota Bandung.
BANGKAPOS.COM, BANDUNG - TH (22) dan RN (24) harus berurusan dengan polisi karena terlibat dalam praktik prostitusi on call di Kota Bandung.
TH dituding sebagai mucikari, sedangkan RN merupakan pengantar pekerja seks komersial (PSK) ke para tamu.
Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Angesta Romano Yoyol, mengatakan, TH dan RN sudah menjalani bisnis haram itu selama setahun terakhir.
TH, sang mucikari, menggunakan fasilitas pesan Blackberry untuk menjalankan bisnisnya tersebut.
"Ini salah satu modus praktik prostitusi online. Rata-rata praktik yang terjadi di Kota Bandung sudah seperti ini melalui BBM atau WA. Pelanggan langsung menghubungi germo. Nanti germo yang menyediakan PSK-nya," kata Yoyol kepada wartawan di Markas Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (28/3/2016).

Dua tersangka praktik prostitusi online di Kota Bandung, TH (22) dan RN (24) di Markas Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (28/3/2016). Polisi membongkar praktik prostitusi online ini terbongkar setelah Unit Reskrim Polsek Lengkong menggrebek hotel di Jalan Telaga Bodas, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Minggu (27/3/2016) dini hari. (Tribun Jabar/Teuku M Guci Syaifudin)
Dikatakan Yoyol, TH dan RN setiap harinya melayani syahwat lelaki hidung belang tersebut.
Keduanya siap melayani kapan pun pelanggan membutuhkan jasa yang mereka tawarkan tersebut. Namun rata-rata pelanggan TH kerap memesan PSK di atas pukul 23.00 WIB.
"Ini sebagian kecil praktik prostitusi online yang terjadi di Kota Bandung. Ada yang lebih besar lagi, dan ini diduga berjaring dengan praktik prostitusi yang lain. Nanti kami dalami lagi jaringan ini," kata Yoyol.
Terbongkar
Polisi membongkar praktik prostitusi "online" atau on call di Kota Bandung.
Praktik wanita penjaja seks panggilan ini terbongkar setelah Unit Reskrim Polsek Lengkong menggerebek hotel di Jalan Telaga Bodas, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung.
Informasi yang dihimpun Tribun Jabar (Tribunnews.com Network), penggerebekan dilakukan Minggu 27 Maret 2016 sekitar pukul 00.30 WIB.
Polisi mendapatkan informasi masyarakat jika telah terjadi praktik prostitusi dengan menyewa sebuah kamar di hotel tersebut.
Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Angesta Romano Yoyol, mengatakan, petugas menangkap dua pelaku yang terlibat dalam praktik prostitusi online tersebut. Keduanya, yakni TH (22), dan RN (24).
TH dituding sebagai mucikari praktik esek-esek di Kota Bandung. Sedangkan RH merupakan pengantar pekerja seks komersial (PSK) kepada para tamu.
"Jadi mereka ini menggunakan fasilitas blackberry messenger untuk menjalankan praktik prostitusi online ini. Online ini jika ada yang pesan, deal, langsung diantar ke tempat tujuan," ujar Yoyol kepada wartawan di Markas Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (28/3/2016).
Dikatakan Yoyol, petugas menyita sejumlah barang bukti dari penangkapan terhadap TH dan RN. Antara lain, dua unit ponsel, dua anak kunci hotel, selembar KTP, dua buah sobekan kondom, dan uang tunai sebesar Rp 2 juta.
"Pelanggan tersangka ini nantinya akan dikirim beberapa foto. Pelanggan membayar uang transaksi di hotel setelah bertemu pengantar. Pelanggan mengenal tersangka di tempat hiburan, hotel, dan kenalan melalui BBM," ujar Yoyol.
PSK diantar ke rumah pelanggan
Sebelumnya, Kapolrestabes Bandung, ,Kombes Pol Angesta Romano Yoyol telah mengendus modus baru dalam praktik prostitusi online di Bandung.
Umumnya, praktik prostitusi online, para pria hidung belang tempat yang disepakati, tentunya setelah menentukan PSK yang menjadi pilihannya.
Tapi di kota Bandung, polisi mensinyalir ada modus baru praktik prostitusi yakni PSK diantar mucikarinya mendatangi pelanggan dan praktek di rumah hidung belang.
Umumnya praktik prostitusi modus baru ini dilakukan di perumahan elite.
Kapolrestabes Bandung, ,Kombes Pol Angesta Romano Yoyol mengatakan modusnya adalah muncikari menggunakan mobil atau bus kecil membawa sejumlah pekerja seks komersial (PSK) ke rumah pelanggannya.
"Nantinya pelanggan tinggal memilih PSK yang akan menemani kencan singkat di rumahnya tersebut," kata Yoyol kepada wartawan di Markas Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (4/3/2016).
Dikatakannya, kepolisian tengah mengendus adanya praktik tersebut di suatu komplek perumaha elite di Kota Bandung dan tengah mengumpulkan alat bukti.
"Kami masih kesulitan pembuktian. Kami akan tangkap dan proses itu, tinggal pembuktian saja," ujar Yoyol.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/psk_20160328_160210.jpg)