Senin, 4 Mei 2026

Harga BBM

Sinyal dari Bahlil, Harga Pertamax dan BBM Nonsubsidi RON 92 Kemungkinan Naik

Penyesuaian harga BBM RON 92 mengikuti harga pasar karena BBM jenis ini memang tidak disubsidi oleh pemerintah.

Tayang:
Editor: Fitriadi
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
ANTREAN DI SPBU - Sejumlah pengendara mengantre untuk mengisi BBM di SPBU 24.331.71 Desa Gadung, Jumat (24/4/2026). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap kemungkinan naiknya harga BBM nonsubsidi jenis RON 92, satu di antaranta adalah Pertamax. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Harga bahan bakar minyak (BBM) RON 92 di Indonesia bakal mengalami penyesuaian.

Penyesuaian harga BBM RON 92 mengikuti harga pasar karena BBM jenis ini memang tidak disubsidi oleh pemerintah.

Satu di antara jenis BBM RON 92 adalah Pertamax.

Baca juga: Harga Terbaru BBM Diesel Mei 2026 yang Naik, Cek di SPBU Pertamina, SPBU BP, SPBU Vivo

Pada penyesuaian harga BBM nonsubsidi per 18 April 2026 lalu, harga Pertamax tidak naik.

Pertamax di SPBU Pertamina masih dibanderol tetap Rp 12.300 per liter.

Pertamax Green (RON 95) juga tidak naik, masih Rp 12.900 per liter.

Baca juga: Apa Itu CNG Calon Pengganti Gas Melon Untuk Rumah Tangga

Kenaikan BBM nonsubsidi terjadi pada Dexlite (CN 51) naik Rp 9.400 dari Rp 14.200 menjadi Rp 23.600 per liter.

Lalu harga Pertamina Dex (CN 53) meningkat Rp 9.400 dari Rp 14.500 menjadi Rp 23.900 per liter.

Pertamax Turbo (RON 98) juga naik Rp 6.300 dari sebelumnya Rp 13.100 menjadi Rp 19.400 per liter.

Baca juga: Tarif Resmi dan Syarat Perpanjangan SIM C dan SIM A per Mei 2026

Kemungkinan naiknya harga Pertamax dan BBM RON 92 lainnya diungkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Jakarta, Sabtu (2/5/2026), sebagaimana laporan jurnalis KompasTV Esra Ambarita dan Yogi Syahrevi.

Bahlil mengatakan ia terus berkomunikasi dengan pihak swasta terkait harga BBM

"Saya pikir mereka juga mempunyai hati yang baik untuk melihat kondisi yang ada. Tapi kalau pada akhirnya kemudian penyesuaiannya sudah bisa dilakukan, saya pikir nggak ada masalah," ujarnya.

Ia menyebut sesuai peraturan menteri tahun 2022, kebutuhan energi untuk konsumsi industri selalu mengikuti harga pasar. 

Dalam kesempatan itu, Bahlil juga menyatakan minyak mentah yang diimpor dari Rusia akan segera masuk Indonesia.

Ia menyebut impor minyak tersebut adalah upaya menjaga ketahanan energi nasional di tengah dinamika global.

Sumber: Kompas TV
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved