Sabtu, 30 Mei 2026

Ariel Noah Gotong Jenazah Ayahnya dan Teteskan Air Mata

Ariel Noah menitikkan air matanya saat mengantarkan jenazah ayah kandungnya Nazmul Irphan ke tempat peristirahatannya yang terakhir.

Tayang:
Editor: fitriadi
TRIBUN JABAR/DONY INDRA RAMADHAN
Ariel Noah saat prosesi pemakaman ayah kandungnya Nazmul Irphan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Nagrog, Kelurahan Pasirjati, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, Rabu (30/3/2016). 

BANGKAPOS.COM, BANDUNG - Nazriel Irham atau Ariel Noah menitikkan air matanya saat mengantarkan jenazah ayah kandungnya Nazmul Irphan ke tempat peristirahatannya yang terakhir di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Nagrog, Kelurahan Pasirjati, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, Rabu (30/3/2016).

Sekitar pukul 10.45 WIB, jenazah dan rombongan pengantar tiba di area TPU Nagrog. Ariel tampak duduk dibagian depan mobil ambulans yang membawa jenazah Nazmul Irphan.

Ariel yang mengenakan kaus berwarna abu-abu ini kemudian turun dari ambulans dan menggotong keranda jenazah ayahandanya.

Ariel menggotong keranda menembus kerumunan warga yang menyemut di area pemakaman.

Lantunan tahlil saat membawa keranda terucap dari warga yang di area pemakaman.

Ariel pun kemudian masuk ke liang kubur untuk membantu memasukan jenazah ayahnya ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Ariel yang tampak bersama anaknya Alea serta Sophia Latjuba terlihat meneteskan air matanya.

Seusai memanjatkan doa dan menabur bunga di atas pusara makam sang ayah, pelantun lagu 'Separuh Aku' itu pun tampak lebih dulu meninggalkan area pemakaman meninggalkan keluarga serta kekasihnya Sophia Latjuba.

Tanpa sepatah kata pun terhadap wartawan yang mengejarnya, Ariel kemudian masuk ke dalam mobil hitam dan langsung pergi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Ariel rencananya akan bertolak langsung ke Malang, Jawa Timur untuk melanjutkan konsernya bersama Noah.

Harapan terakhir ayah Ariel

Kakak kandung Ariel Noah, Nazlin Fachrizal memberikan pernyataan kepada awak media seusai acara tausyiah di rumah duka, Jalan Tanjungsari Raya No 58 RT 04/06, Kelurahan Antapani Wetan, Kecamatan Antapani, Kota Bandung, Selasa (29/3/2016).

Ia mengatakan, ayahandanya meninggal karena usia yang sudah uzur.

"Almarhum sakit karena usia sudah tua saja," katanya singkat saat ditanya wartawan.

Tapi Nazlin mengakui bahwa ayahandanya sempat memiliki keinginan ketika sakit, yaitu ingin makan bersama.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved