Senin, 11 Mei 2026

Penumpang Ini Mendadak Jadi Selebritis Usai Selfie Bersama Pembajak EgyptAir

Seorang penumpang asal Inggris bernama Ben Innes terjebak dalam pembajakan EgyptAir, kini menjadi buah bibir.

Tayang:
Editor: fitriadi
TWITTER
Beginilah gaya Ben Innes ketika melakukan selfie di dalam kabin pesawat bersama Seif al-Din Mohamed Mostafa pelaku pembajakan pesawat EgyptAir di Bandara Larnaka, Siprus. 

BANGKAPOS.COM - Seorang penumpang asal Inggris bernama Ben Innes terjebak dalam pembajakan EgyptAir, Selasa (30/3/2016), kini menjadi selebritis beken setelah memposting dengan judul: "Selfie terbaik yang pernah ada" dikirimkan kepada rekan-rekannya di medsos.

Pria itu adalah Ben Innes menjadi salah satu penumpang yang disandera oleh Seif El Din Mustafa. Foto Ben Innes bersama Mustafa tersebar luas di media sosial kemarin setelah ia mengirim foto ke teman-temannya.

Innes adalah salah satu dari empat warga Inggris di pesawat yang sedang melakukan perjalanan dari Alexandria ke Kairo, ketika pesawat itu kemudian dipaksa mengalihkan penerbangan ke Siprus, oleh seorang pria mengenakan bom sabuk bunuh diri palsu.

Foto yang telah muncul di banyak halaman depan Rabu, menunjukkan Innes menyeringai berdiri di samping Mustafa.

Kepada The Sun, Innes mengatakan: "Saya tidak yakin mengapa saya melakukannya, saya hanya meluapkan perasaan dan mencoba untuk tetap ceria dalam menghadapi kesulitan."

Dia menambahkan bahwa jika bom itu nyata, maka ia masih punya kenangan-kenangan, sehingga dirinya memberanikan diri mengambil kesempatan agar bisa lebih dekat dengan pelaku pembajakan itu.

Foro selfie dengan pembajak pesawat itulah kemudian menjadi headline di beberapa koran besar di Inggris. Foto ini menghebohkan Inggeris, dimana Ben Innes termasuk yang dijadikan salah satu sandera yang tetap tinggal di dalam kabin.

Dia mengatakan: "Saya minta seorang awak kabin untuk menerjemahkan untuk saya dan bertanya apakah saya bisa melakukan selfie dengan dia (pelaku pembajakan)?

"Dia hanya mengangkat bahu: OK. Jadi aku berdiri dan tersenyum di depan kamera saat seorang pramugari melakukan snap. Ini harusnya menjadi selfie terbaik yang pernah. "

Dalam screenshot percakapan WhatsApp Innes menulis kepada teman-temannya, setelah mengunggah foto ke media sosial, Innes mendapat reaksi bermacam-macam atas foto selfienya itu.

Beberapa orang menilia, dia mempertaruhkan risiko besar, sedangkan yang lainnya malah memberikan pujian atas keberaniannya itu.

Pesawat itu membawa setidaknya 55 penumpang, termasuk 26 warga asing. EgyptAir awalnya melaporkan bahwa ada 81 penumpang dalam pesawat tersebut.

Kebanyakan dari penumpang kabin dibebaskan tak lama setelah pesawat mendarat di bandara Larnaca di pulau Mediterania, pada Selasa pagi, tapi pembajak diadakan tujuh orang sandera selama beberapa jam sebelum kejadian sampai pada kesimpulan damai.

The Sun mengatakan Innes mengirim SMS kepada ibunya, Pauline: "Ibuku jelas panik, karena khawatir dan terus mengatakan padaku agar tidak melakukan apa pun untuk menarik perhatian atas dirinya. Aku tidak tahu bagaimana mengatakan padanya aku sudah melakukan selfie dengan pembajak. "

Media pemerintah merilis foto ini mengatakan untuk menunjukkan pembajak EgyptAir. Kementerian Dalam Negeri Mesir mengidentifikasi pembajak sebagai Mustafa, 58 tahun.

Innes, dari Leeds, mendekati Mustafa saat sedang dijadikan sandera, lalu mengirim foto ke salah satu rekannya. Tidak jelas bagaimana foto Innes, yang diyakini berusia 20-an nya, membuat jalan ke media sosial.

Rekan satu flat Innes, Chris Tundogan mengatakan MailOnline dia "tidak tahu" mengapa temannya mengirimkan foro selfie itu. Dia menambahkan: "Saya kira butuh mental kuat, itu lah Ben."

The Daily Telegraph mengatakan ibunya Pauline tidak ingin membahas insiden tersebut sampai anaknya pulang ke rumah dengan selamat.

"Jelas dia belum pulang dan ada masalah keamanan - kita tidak ingin berbicara tentang apa pun sampai semua telah diselesaikan," katanya, menurut surat kabar itu.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri mengatakan para pejabat memberikan dukungan konsuler untuk empat warga negara Inggris yang berada di dalam pesawat menjadi sandera.

Apa motof pembajakan ini, sampai sekarang masih tidak jelas. Para pejabat mengatakan awal pembajakan bukanlah tindakan terorisme, dan kemudian berubah dan menyebutkan bahwa pelaku pembajakan adalah pria dengan mental tidak stabil.

Semula pria itu menuntut agar dipertemukan dengan mantan istrinya dari Siprus, polisi pun membawa wanita itu ke bandara.

Presiden Siprus memicu kontroversi pada hari Selasa di tengah situasi penyanderaan, dia malah tertawa-tawa sambil berkomentar: "selalu saja ada wanita yang terlibat".

Kemudian, pembajak ditangkap setelah beberapa sandera dibebaskan menuruni anak tangga pesawat, sementara yang lain melarikan diri melalui jendela kokpit sebelum mereka dibawa pergi oleh petugas keamanan.

Menurut The Guardian, seorang pejabat di kementerian Luar Negeri Mesir, mengatakan: "Dia bukan teroris, dia idiot. Teroris memang gila, tetapi tak sebodoh orang ini. "

Lihat videonya di bawah ini:

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved