Rabu, 8 April 2026

Benarkah Lorenzo Ikuti Jejak Rossi Pernah Hijrah ke Ducati

Kabar berpisahnya Jorge Lorenzo dengan Yamaha dan pindah ke Ducati menjadi berita besar bursa transfer pembalap

Editor: Hendra
crash.net
Rossi dan Lorenzo 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA- Kabar berpisahnya Jorge Lorenzo dengan Yamaha dan pindah ke Ducati menjadi berita besar bursa transfer pembalap untuk musim 2017.

Mengapa Lorenzo meninggalkan tim yang memberinya tiga gelar juara dunia?

Tidak diragukan lagi, alasan utamanya karena ia percaya bahwa Yamaha lebih menginginkan Valentino Rossi ketimbang dirinya.

Pasalnya, Lorenzo dan Rossi yang kontraknya berakhir di pengujung musim ini, baru Rossi yang memperpanjang kontraknya untuk dua musim ke depan.

Ditambah lagi komentar Rossi belum lama ini yang menyebut, jika Lorenzo pindah ke Ducati ia memiliki nyali yang besar.

Hengkangnya Lorenzo sekali lagi membuktikan kalau ia tidak bisa berada di tim MotoGP yang sama.

Pada 2008-2010 menjadi catatan intern paling intens dalam sejarah MotoGP. Dinding pemisah didirikan di garasi tim Yamaha, tetapi balap di antara mereka tetap sensasional.

Di 2010 Rossi kalah bersaing, Lorezo tampil sebagai juara dunia.

Rossi meninggalkan Yamaha di akhir musim itu bergabung ke Ducati, tergoda oleh mimpi all-Italian (pembalap Italia di tim pabrikan Italia).

Rossi ingin membutuhkan motor yang lebih baik. Namun ia tidak menemukannya di Ducati. Dalam dua musim hanya naik podium tiga kali.

Ahirnya ia pulang kandang ke Yamaha pada tahun 2013. Musim sebelumnya, Lorenzo meraih juara dunia.

Hubungan mereka membaik. Tidak ada lagi dinding pemisah. Antara pembalap, kru dan engineer tim, mereka mengubah M1 menjadi motor terbaik di lintasan MotoGP.

Kebangkitan luara biasa datang pada 2015. Rossi memimpin kejuaraan dari awal, menang empat kali, meyakinkan dirinya akan tampil sebagai jawara musim itu.

Kondisi ini mengingatkan perseteruan mereka pada 2009. Namun harapan Rossi sirna, karena Lorenzo bisa berbalik memimpin klasemen.

Kemudian Rossi terang-teragan menyebut ada konspirasi sesama pembalap Spanyol untuk menggagalkannya meraih gelar.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved