Minggu, 12 April 2026

Ini Reaksi Bayi Baru Lahir Ketika Dibisikan Azan

Ketika bayi baru lahir di kalangan keluarga muslim biasanya diperdengarkan azan orang sang ayah.

Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM -- Ketika bayi baru lahir di kalangan keluarga muslim biasanya diperdengarkan azan orang sang ayah. Itulah suara yang pertama kali diperdengarkan kepada bayi. Lalu apakah sebenarnya sang bayi bsia mendengar? Dan apa pula reaksinya.

Ternyata yang terjadi adalah seperti ini:

“Ketika azan itu dibisikan di telinga kanan sang bayi, maka yang terjadi adalah suara itu mampu merangsang syaraf kecerdasan bayi untuk berfikir,” ujar ulama cendekiawan muslim Banjarmasin DR Karyono Ibnu Ahmad kepada Bpost Online.

Sedangkan bila dibisikan di telinga kiri, menurut dosen sosilogi Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin itu, maka suara itu akan menimbulkan sentuhan rangsangan kecerdasan emosi atau rasa si bayi.

Walau secara fisik sebenarnya bayi baru lahir belum bisa mendengar.

“Tetapi bisikan azan itu harus disertai dengan doa kepada Allah,” ujar Karyono lagi.

Anak yang saleh menjadi dambaan semua orang tua. Mengazankan bayi yang baru lahir merupakan satu tuntunan agama untuk membekali anak dengan ilmu agama sedini mungkin.

“Lakukan itu dengan ihklas dan khusyuk,” ujar Guru Zuhdi, ulama dengan ribuan jamaah ketika memimpin majelis taklim di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin..

Menurutnya, sebaiknya yang melakukan adalah pria seperti orangtua anak keluarga lainnya.

Urutan yang baik adalah dimulai dengan azan dengan suara pelan di kuping sebelah kanan, kemudian kamat di telinga kiri bayi.

“Setelah itu sebagai doa bacakan Surah Al Qadar sekali kemudian Al Ikhlas tiga kali. Inya Allah kalam Ilahi serta doa yang baik itulah yang akan menjadi kata pertama didengar sang bayi,” ujarnya.

Inilah Keistimewaan Azan 

Dikutip dari Republika, azan merupakan panggilan yang disyariatkan sebagai penanda masuknya waktu shalat fardhu bagi umat Islam. Berkaitan dengan pentingnya azan ini, Nabi SAW menjelaskan beberapa keutamaannya, khususnya bagi orang-orang yang mengumandangkan azan (muazin atau bilal).

Pertama, memperoleh kemuliaan spesial pada hari kiamat. “Sesungguhnya para muazin itu adalah orang yang paling 'panjang lehernya' pada hari kiamat.” (HR Muslim, Ahmad, dan Ibnu Majah). Menurut ulama, maksud 'panjang leher' ini adalah orang yang paling banyak pahalanya, paling banyak mengharapkan ampunan dari Allah, paling bagus balasan amal perbuatannya, dan orang yang paling dekat dengan Allah.

Kedua, mendapatkan ampunan, sebagai saksi dan pahala yang berlipat ganda. “Orang yang azan akan diampuni kesalahannya oleh Allah sepanjang suaranya. Dan, akan menjadi saksi baginya segala apa yang ada di bumi, baik yang kering ataupun yang basah. Sedangkan, orang yang menjadi saksi shalat akan dicatat baginya pahala dua puluh lima shalat dan akan diampuni darinya dosa-dosa antara keduanya.” (HR Abu Dawud dan Nasa’i).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved