Senin, 13 April 2026

Soal Kapal Isap di Beltim, Ini Sikap Yang Diambil Bupati Yuslih

Menurut Yuslih, kebijakan pemerintahannya ini adalah terkait kesejahteraan rakyat. Ini juga menjadi cita-cita Negara Indonesia.

Penulis: Dedy Qurniawan | Editor: Hendra
Pos Belitung / Dedy Qurniawan
Suasana konfrensi pers Bupati Beltim Yuslih Ihza dan jajarannya di ruang rapat Bupati Beltim, Selasa (3/5/2016). 

Laporan wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM,BELITUNG- Bupati Beltim Yuslih Ihza kembali menegaskan komitmennya menolak keberadaan kapal isap di perairan Belitung Timur untuk ke sekian kalinya. Penegasan sikapnya itu ia sampaikan pada konfrensi pers yang juga dihadiri jajaran stakeholder terkait, Selasa (3/5/2016).

Dalam rekaman wartawan, Bupati Yuslih berbicara sekitar 20 menit. Konfrensi pers itu berlangsung di ruang rapat Bupati Beltim, pukul 9.30 WIB dan berlangsung sekitar setengah jam. Tampak hadir Wakil Bupati Beltim Burhanudin, Asisten 1 dan 2 Setda Pemkab Beltim Sarjono dan Peris Nainggolan, (Plt) Kadistamben Beltim Harli Agusta, Kepala BPPT Beltim Zulkarnain Iskandar, Kepala BLHD Beltim Arbaie, perwakilan KUPPP kelas I Manggar.

Tampak juga hadir Kabag Humas Setda Pemkab Beltim Febbi Sandranita, Kabag Ekbang Setda Beltim Hendri Yani, Kadisbudpar Beltim Helly Tjandra, Kabid Kelautan dan Perikanan DKP Beltim Makmuri, dan sejumlah wartawan. Para pejabat SKPD duduk melingkar di kursi ruangan.

Pada kesempatan itu, Yuslih mengatakan, ia akan kembali bersurat ke Gubernur Babel Rustam Effendi untuk kedua kalinya. Isinya adalah mempertegas kembali sikap Pemkab Belitung Timur

"Makanya, bapak-bapak saya ajak di sini. Agar kita satu. Satu pemikiran. Saya kepala daerah di sini, jadi pejabat SKPD itu satu pemikiran dengan saya. Saya tidak mengerti kalau saja bapak-bapak berpikirian lain. Hari ini saya akan kirim surat (ke Gubernuer) untuk lebih tegas lagi," ucap Yuslih menggunakan microphone ruang rapat Bupati Beltim.

Yuslih mengatakan, beberapa waktu lalu sudah menyatakan sikap terhadap keberadaan kapal isap di Belitung Timur. Dia juga sudah bersurat ke Gubernur Babel Rustam Effendi soal sikapnya ini.

"Tegas saya katakan bahwa saya menolak keberadaan kapal isap di Belitung Timur," ujarnya.

Sejak dulu sikapnya tak berubah alias masih konsisten untuk menolak ini.

"Sikap saya sudah dari awal, saya menandatangani suatu kesepakatan 12 anggota DPRD Babel dari Kabupaten Belitung dan Belitung Timur, kami menyatakan menolak keberadaan kapal isap, operasi kapal isap di Pulau Belitung. Dalam hal ini bukan hanya Belitung Timur," ujarnya.

Kakak kandung dari pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra ini juga mengatakan, hingga ia menjadi Bupati Beltim, sikapnya masih konsisten untuk menolak keberadaan dan kapal isap di Beltim. Dengan nada yang terdengar bergetar, Yuslih menyatakan sikapnya itu karena semata-mata cinta dengan Pulau Belitung.

"Di sini saya tegaskan, saya wajib menjaga Belitung Timur dari kapal isap. Apalagi posisi saya sebagai bupati, tentu saya akan berpihak kepada masyarakat," katanya.

Yuslih menegaskan kepada jajarannya bahwa ia paham betul bagaimana dampak kapal isap jika beroperasi bagi lingkungan.

"Saya sudah melihat bagaimana kapal isap itu menghancurkan terumbu karang. Saya sudah melihat di Bangka. Kalau terjadi di Beltim, saya tidak tega pak,"

"Betul kita dapat pendapatan, devisa negara. Kita jujur saja, dibandingkan dampak kerusakan lingkunganb, hancurnya terumbu karang, musnahnya habitat dan biota laut, timbulnya dampak lumpur, kekeruhan air laut, menimbulkan macam-macam masalah.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved