Senin, 20 April 2026

Bali MTB Marathon 2016: Kompetisi Internasional untuk Tingkatkan Pariwisata Bali

Bali MTB Marathon menjadi salah satu sport tourism skala internasional digelar pada 29 Mei 2016 lalu.

Editor: Hendra
IST
Pada Kelas Woman Open, Bali MTB Marathon 2016 ini, Kusmawati Yazid (Polygon Factory Team) berhasil meraih podium pertama dengan catatan waktu 4 jam 38 menit 50 detik. Bali MTB Marathon digelar pada 29 Mei 2016, di lokasi Kaldera Gunung Batur, Kintamani, Bali. 

Laporan Wartawan Bangkapos.com, Dodi Hendriyanto

BANGKAPOS.COM, JAKARTA, -- Bali semakin gencar mengembangkan sport tourism sebagai alternatif pengembangan sektor pariwisata di Pulau Dewata. Sport Tourism berskala internasional, dipandang mampu mendongkrak pariwisata di Bali.

Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata Provinsi bali, kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara di tahun 2015 berada di angka 11.148.935, diharapkan pengembangan sport tourism akan meningkatkan jumlah wisatawan dan nantinya akan berimbas pada pertumbuhan ekonomi di Bali.

Tercatat sektor pariwisata masih menjadi penggerak utama (leading sector) pertumbuhan ekonomi Bali dengan menyumbang 66,91% di APBD Bali dan 40% untuk APBN. Sport tourism akan menjadi peluang untuk semakin memaksimalkan potensi pariwisata Bali.

Bali MTB Marathon menjadi salah satu sport tourism skala internasional digelar pada 29 Mei 2016 lalu. Kompetisi balap sepeda Cross Country (XC) yang digelar tiap tahun ini, memilih lokasi Kaldera Gunung Batur, Kintamani, Bali pada penyelenggaraan tahun ini.

Adu balap sepeda yang didukung oleh Polygon Bikes Indonesia itu menempuh trek sejauh 80 kilometer pada ketinggian antara 1.100 meter-1.700 meter dari permukaan laut. Para peserta diajak menikmati keindahan Danau Batur beserta kehidupan masyarakat lokal dengan keunikan budayanya.

Acara yang dilaksanakan Yayasan Atlet Nusantara ini diikuti oleh 109 peserta dari beberapa negara, yakni, Indonesia, Singapura, Malaysia, Brunei, Denmark, Australia dan Hongkong.

“Bali Mountain Bike Marathon 2016 bukan event biasa. Bukan sekadar penyelenggaraan lomba balap sepeda internasional, tapi juga bertujuan mengangkat pariwisata Bali dan Kintamani pada umumnya. semua peserta akan diajak menjelajahi keindahan Kaldera Gunung Batur di Kintamani,” terang Pengawas Yayasan Atlet Nusantara, Gede Cakra.

Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Bali, Anak Agung Gede Yuniartha Putra, juga mengapresiasi sport tourism yang digagas Yayasan Atlet Nusantara. Dia menilai Bali Mountain Bike Marathon bisa memberikan banyak manfaat bagi masyarakat sekitar Kintamani.

“Ahli vulkanologi asal Belanda, Reinout Willem van Bemmelen menilai kaldera Gunung Batur adalah salah satu yang terbesar dan terindah di dunia. Jadi ide menggelar lomba balap sepeda di sana sangat brilian. Masyarakat bisa merasakan nilai tambah, dan sektor pariwisata di Bali bisa makin maju lagi,” terang Kadispar Bali, Anak Agung Gede Yuniartha Putra, dalam release yang diterima bangkapos.com, Rabu (1/6/2016) siang.

Dengan enam kelas yang dikompetisikan, Senior Man dan Woman Open menjadi kelas paling bergengsi dalam kejuaraan ini, terlebih dengan keikutsertaan peserta dari berbagai negara yang menjadikan kompetisi ini kian sengit.

Kategori senior man, Chandra Rafsazani (Polygon Factory Team Indonesia) sang juara bertahan kembali berlaga dan berhasil membuktikan dirinya tetap patut diperhitungkan di ajang tahunan ini. Chandra Rafsazani berhasil mencatatkan waktu 3jam 29 menit 46 detik dan menjadi yang terbaik pada kompetisi ini.

“Kombinasi antara performa sepeda Polygon Syncline 7, skil dan mengetahui medan menjadi penentu kemenangan kali ini, dan kemenangan ini bukan akhir melainkan terus memacu untuk terus berusaha yang terbaik di race berikutnya” tegas Chandra Rafsazani.

Tahun ini, tak hanya juara bertahan yang menunjukkan kemampuan terbaiknya tapi peserta lain juga belajar dari pengalaman kompetisi tahun lalu untuk meningkatkan prestasinya pada tahun ini.

Salah satunya, Bandi Sugito (Polygon Factory Team) juga berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya setelah tahun sebelumnya gagal meraih podium. Bandi Sugito sukses maraih podium ketiga dengan catatan waktu 3 jam 35 menit 47 detik.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved