Umat Muslim Berbuka di Gereja Katolik St Paulus Miki Salatiga
“Ini kan bagian dari bentuk toleransi beragama, toh yang dihidangkan juga makanan halal,” ungkapnya.
BANGKAPOS.com - Gereja Katolik St Paulus Miki Salatiga bersama Forum Agamawan Muda Indonesia Lintas Iman (FAMILI) Kota Salatiga menggelar berbuka bersama (bukber) bersama jamaah Muslim, Selasa (14/6/2016) sore.
Cerita inspiratif ini ditulis Bambang Setyawan dan diunggah ke kompasiana.com
Disebutkan acara yang digelar lesehan ini, terlihat Romo Agus Tristiyanto, pengurus paroki, Gus Hanif dari Pondok Edi Mancoro, Dr Beny Ridwan ( aktivis Muhamadyah sekaligus Dekan di IAIN Salatiga), komisioner KPU Jayusman, anggota Banser tak berseragam, ibu- ibu fatayat NU dan puluhan Polwan kece.
Sebelumnya, pukul 16.30 dilakukan pertemuan antar personel FAMILI guna membahas kebersamaan lintas agama. Baru setelah jarum jam menunjukkan pukul 16.45, para relawan St Paulus Miki turun ke jalan membagikan paket takjil berupa minuman kemasan dan snack.
Ternyata, berdasarkan keterangan seorang relawan bernama Renne, pembagian takjil dilakukan setiap hari di depan Gereja St Paulus Miki.
‘’Takjil itu berasal dari para donator yang datanya tercatat secara rapi,” ujarnya sembari menunjuk papan bertuliskan nama- nama donator serta jenis sumbangannya.

Buka bersama di Gereja Katolik St Paulus Miki Salatiga
Hingga pukul 17.00 ketika aktivitas pembagian takjil selesai, beberapa warga masih sempat memasuki halaman gereja. Pasalnya, di pintu masuk terpampang tulisan tentang tersedianya takjil gratis yang boleh diambil oleh siapa pun.
Tak terlihat adanya pengamanan yang berlebihan, hanya petugas Sat lantas Polres Salatiga saat relawan membagikan takjil ikut mengatur lalu lintas yang agak tersendat. Pukul 17.32, saat tanda berbuka dimulai, tanpa menunggu lebih lama personil FAMILI segera bergegas membatalkan puasanya sembari berbincang.
Beny Ridwan, selaku intelektual muda Islam di Salatiga, mengaku buka bersama di halaman gereja bukanlah hal tabu.
“Ini kan bagian dari bentuk toleransi beragama, toh yang dihidangkan juga makanan halal,” ungkapnya.
Ke depan, menurut Beny, FAMILI yang merupakan wadah generasi muda lintas agama, akan melakukan aksi- aksi yang bertujuan untuk kerukunan umat. Terlepas mengenai prokontra berbuka yang digelar pihak gereja, ia tetap mengapresiasi langkah tersebut.
“ Ini bukan buka bersama yang pertama di Salatiga, jadi tidak perlu dipersoalkan,” tuturnya.
Dipelopori mantan Ibu Negara
Di tempat terpisah, aktivis Ormas berbasis Islam, Ahmad Alex Mufid juga mengapresiasi keberadaan FAMILI mau pun hajatan buka bersama di Gereja St Paulus Miki ini.
Ia yang mengaku sebagai penggemar fanatik almarhum Gus Dur, meminta agar masyarakat tak terpancing provokasi- provokasi yang bertujuan memecah kedamaian antar umat beragama. “ Kan NKRI menjamin kebebasan beragama, kenapa perbedaan harus menimbulkan sekat,” tukasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/spanduk-buka-bersama_20160615_011755.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/buka-bersama-di-gereja1_20160615_011633.jpg)