Selasa, 21 April 2026

Inilah Sosok yang Diduga Menjadi Penerus Santoso

Ali Kalora adalah sosok radikal senior di kalangan gerilyawan di Poso. Ia adalah pemimpin tim selain tim yang dipimpin Santoso di pegunungan ...

IST
Santoso 

"Saya mengenal betul jaringan itu dari tahun 2005 saya operasi di sana. Yang paling penting adalah Basri dan Santoso," kata Tito.

Dengan demikian, Ali Kalora yang masih masuk deretan DPO bersama 18 orang lainnya tidak akan menjadi kekuatan baru dalam waktu dekat.

Namun, Tito mengatakan, jangan sampai Ali Kalora dan sisanya yang masih buron ini justru akan melakukan kaderisasi sehingga menguatkan kembali kelompok tersebut.

"Bisa aja kalau seandainya kita diamkan," kata Tito.

Kehilangan pemimpin berkharisma
Kehilangan figur pemimpin berkharisma seperti Santoso alias Abu Wardah, diyakini turut akan membawa dampak besar kepada kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso.

Apalagi kini tokoh penting dan orang kepercayaan Santoso yang tersisa satu orang saja yakni, Ali Kalora.

Kontak senjata telah terjadi antara Satgas Operasi Tinombala dengan kelompok MIT pimpinan Santoso alias Abu Wardah di Sulawesi Tengah, Senin (18/7/2016).

Dari insiden itu, dua anggota MIT tewas tertembak.

Lantas bagaimana dengan sisa anggota kelompok Santoso di dalam hutan Poso?

Apakah mereka akan tetap berjuang dan hidup melakukan aksinya?

Menurut Peneliti terorisme dan intelijen Universitas Indonesia Ridlwan Habib, Ali Kalora akan menyerah.

"Kalau yang tewas Santoso dan Basri, Ali Kalora akan turun gunung, "katanya.

Kenapa demikian?
Karena anggota yang lain juga akan menyerah atas kehilangan figur pemimpin, yakni Santoso.

"Selama ini mereka bertahan karena takut dengan Santoso, " ujarnya.

Seperti diketahui, ‎baku tembak terjadi antara Satgas Tinombala dengan kelompok Santoso yang berjumlah lima orang di Tambarana, Poso Pesisir Utaran Senin (18/7/2016) petang.

Dalam baku tembak itu, ada dua orang pria tewas.

Satu diantaranya diduga Santoso karena memiliki kesamaan ciri-ciri fisik yakni memiliki tahi lalat di pipi.‎

Sedangkan tiga lainnya yakni satu pria dan dua perempuan berhasil kabur.

Dia menduga dua wanita yang berhasil lolos adalah istri Santoso dan istri Ali Kalora.

"Hanya dua orang wanita yang masuk ke dalam hutan, " katanya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved