Sabtu, 11 April 2026

Ada Simbol-simbol Zionis, Jauhkan Anak-anak dari Pokemon

Game Pokemon disebut menghabiskan waktu dan tak sehat bagi psikologi anak.

Editor: fitriadi
TRIBUN PONTIANAK/TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Seorang gadis saat memainkan game Pokemon Go di Alun-Alun Kapuas,Pontianak, Kalbar, Sabtu (16/7/2016) sore. Pokemon Go adalah Game yang tersedia di Smartphone yang mengusung konsep memadukan dunia nyata dengan dunia virtual yang memaksa pemainnya untuk bergerak mencari pokemon-pokemon tersebut di sekitar mereka dengan menjelajah petunjuk pada layar smartphone yang juga berfungsi sebagai GPS. Dalam beberapa waktu terakhir ini tampak disejumlah ruang publik di kota Pontianak selalu diramaikan oleh puluhan gamer yang bermain Pokemon Go. (Tribun Pontianak / Anesh Viduka) 

BANGKAPOS.COM - Bukan cuma dibanjiri pujian, Pokemon Go juga mengundang reaksi negatif dari beberapa pihak.

Game mobile keluaran Nintendo itu disebut menghabiskan waktu dan tak sehat bagi psikologi anak.

Secara khusus, otoritas Arab Saudi mengeluarkan fatwa pelarangan segala sesuatu berbau Pokemon, baik dari segi game maupun kartunya.

Hal ini disiarkan melalui Al-Jazeera TV, sebagaimana dilaporkan ABCNews dan dihimpun KompasTekno, Senin (18/7/2016).

Mufti atau ulama besar Arab Saudi, Abdul Aziz bin Abdullah Alu Syaikh, mengimbau agar para orang tua menjauhkan anak-anak mereka dari hal-hal terkait Pokemon.

Ada beberapa alasan yang mendasari imbauan itu.

Salah satunya, simbol-simbol pada Pokemon dianggap menyimpan ancaman berbahaya.

"Kebanyakan simbol menyematkan bintang bersisi enam yang merupakan simbol zionisme internasional dan Israel," kata Mufti dalam sebuah tayangan yang disiarkan Al-Jazeera.

Selain itu, simbol-simbol pada Pokemon juga dikatakan memasukkan unsur-unsur dan tanda-tanda yang melekat pada sebuah keyakinan.

Menurut Komite Tinggi untuk Riset Ilmiah dan Hukum Islam, simbol-simbol itu berbasis pada keyakinan Tuhan lebih dari satu.

Prinsip itu tak sesuai dengan keyakinan Arab Saudi terhadap Tuhan yang tunggal.

Saat ditanya, perwakilan Nintendo membantah bahwa Pokemon menyiratkan simbol-simbol untuk mengampanyekan keyakinan tertentu.

Selain dari segi simbol, ada alasan lain yang mendasari fatwa pelarangan Pokemon.

Otoritas Arab Saudi menilai kartu Pokemon memicu praktik judi.

Pasalnya, permainan kartu Pokemon memungkinkan pemainnya berdagang kartu berdasarkan kalkulasi poin.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved