Santoso Sudah Tamat Tapi Masih Ada Ali Kalora yang Tak Kalah Berbahaya
Peneliti terorisme dan intelijen Universitas Indonesia Ridlwan Habib meyakini, Ali Kalora yang akan meneruskan jejak Santoso.
BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Peneliti terorisme dan intelijen Universitas Indonesia Ridlwan Habib meyakini, Ali Kalora yang akan meneruskan jejak Santoso.
Ridlwan Habib mengapresiasi Operasi Tinombala yang berhasil menembak mati gembong teroris paling dicari, Santoso.
Menurutnya Santoso merupakan buronan yang sulit diendus keberadaannya sejak tahun 2011. Lalu siapakah yang akan mengambil alih kepemimpinan kelompok teroris yang selama ini dipegang Santoso? Ridlwan Habib melihat ada dua tokoh di kelompok tersebut yakni Basri dan Ali Kalora.
"Kalau yang tewas Santoso, dan Basri juga tewas, maka kemungkinan Ali Kalora," ujar Ridlwan. Ia memastikan Basri dan Ali Kalora, merupakan dua orang kepercayaan Santoso.
Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Polisi Rudy Sufahriadi memastikan, usai menumbangkan dua terduga teroris di Tambarana, Poso Pesisir, Sulawesi Tengah, kini tim TNI-Polri yang tergabung dalam Satuan Tugas Operasi Tinombala mengejar kelompok lain, yakni pimpinan Ali Kalora dan tiga orang yang berhasil kabur.
"Sedang dilakukan pengejaran oleh Tim Alfa (bagian Satgas Tinombala) yang lain," ujarnya.
Ali Kalora masuk dalam 21 Daftar Pencarian Orang (DPO) di Poso. Kelompok tersebut terpecah menjadi dua bagian. Sebanyak lima orang yang dipimpin oleh Abu Wardah alias Santoso dan Basri alias Ayas alias Bagong. Keduanya telah ditumbangkan, sementara tiga lainnya berhasil kabur.
Sebanyak 16 orang lainnya dipimpin oleh Ali Kalora. Kelompok tersebut terdiri dari 15 orang laki-laki, satu perempuan yang merupakan isteri dari Ali Kalora.
Ali Kalora, menurut Rudy adalah terduga teroris yang paling senior di antara kelompok teroris yang bersembunyi. "Selama ini kan memang dia paling senior, paling lama jadi teroris di sana," kata Rudy.
Rudy mengimbau kepada para DPO yang masih bersembunyi agar menyerahkan dirinya dan mengikuti proses hukum yang ada.
"Saya sampaikan kepada DPO yang 19, kalau memang mau menyerahkan diri, saya jamin tidak akan dilakukan pemukulan dan lain sebagainya. Tidak usah takut, kita akan berlakukan hukum sesuai hukum di Indonesia. Itu lebih baik daripada kita mencari dan seperti ini terjadinya," kata Rudy.
Rudy khawatir Ali menjadi kekuatan baru pascakabar tewasnya teroris diduga Santoso. "Mudah-mudahan sampai saat ini saya belum lihat kekuatan baru," ujar Rudy.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ali-kalora_20160720_084056.jpg)