Perintah Prabowo, BGN Segera Ubah Hanya Anak Kurang Gizi Mendapat MBG
Program MBG yang sebelumnya dibagikan secara universal ke semua anak kini akan fokus ditujukan untuk anak yang kurang gizi.
Ringkasan Berita:
- Presiden Prabowo ubah kebijakan penerima program Makan Bergizi Gratis.
- Program MBG yang sebelumnya dibagikan secara universal ke semua anak kini akan fokus ditujukan untuk anak yang kurang gizi.
- BGN siapkan tim untuk memilah data anak-anak kurang mampu yang akan menerima MBG.
BANGKAPOS.COM - Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyiapkan tim untuk memilah data anak kurang gizi yang hanya akan menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Persiapan tim ini menindaklanjuti arahan terbaru Presiden Prabowo Subianto agar program MBG yang sebelumnya dibagikan secara universal ke semua anak kini akan fokus ditujukan untuk anak kurang gizi.
Sedangkan anak dari kalangan ekonomi mampu tidak menjadi prioritas penerima.
Baca juga: KPK Temukan 8 Celah Korupsi Program MBG, Ini Daftarnya
Tujuannya satu, membuat program terdistribusi tepat sasaran. Tim tersebut diberi nama Tim Optimalisasi Penerima Manfaat.
Baca juga: Harga 3 Jenis BBM Nonsubsidi Melambung, Pertamax Dex dan Dexlite Paling Tinggi
Tim ini kata Nanik, mulai bekerja pada awal pekan depan dengan survei pertama di wilayah DKI Jakarta.
"Minggu depan sudah mulai disurvei di Jakarta (DKI) untuk menyisir penerima manfaat," ucap Nanik kepada Kompas.com, Selasa (14/4/2026).
Nanik menilai pendekatan berbasis kebutuhan menjadi kunci efektivitas program.
Oleh karenanya, ia pun berkoordinasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) maupun Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), termasuk untuk pertukaran data penerima manfaat.
Nantinya, Tim yang dibentuk BGN akan tetap memvalidasi data dengan terjun langsung ke lapangan.
Nanik menekankan, BGN ingin memastikan MBG tepat sasaran dan memberi dampak nyata. Karena itu, pengawasan dan evaluasi akan terus diperkuat agar program ini berjalan optimal.
"Iya nantinya data dari kita," ujar Nanik singkat.
Kepala BGN Dadan Hindayana menyatakan kesiapan BGN melaksanakan arahan Presiden Prabowo.
Seturut Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2025, 7,8 juta anak di Indonesia masih mengalami kekurangan gizi.
Fenomena ini menempatkan Indonesia dalam lima besar negara dengan masalah gizi tertinggi. Namun, terjadi penurunan prevalensi stunting menjadi sekitar 19,8 persen pada tahun 2024.
| Update Kecelakaan Bus ALS di Muratara: Korban Tewas Bertambah Jadi 18 Orang, Berikut Daftar Namanya |
|
|---|
| Berawal Teguran, Kronologi Brigadir Arya Intel Polda Lampung Tewas Ditembak Diduga Pelaku Curanmor |
|
|---|
| Tak Perlu Pinjam KTP Pemilik Lama, Ini Daftar 8 Provinsi yang Permudah Perpanjang STNK 2026 |
|
|---|
| Gagalkan Curanmor, Brigadir Arya Supena Intel Polda Lampung Tewas Ditembak Hendak Pulang Usai Piket |
|
|---|
| 9 Kapolda Resmi Dirotasi, Ini Daftar Lengkap Nama dan Jabatan Barunya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260303-CEK-MBG-Sejumlah-pegawai-dari-DKPPKB-Kabupaten-Bangka-Selatan.jpg)