Kamis, 9 April 2026

Ulah Jambret Bikin Pariwisata Belitung Jadi Tidak Aman

Ratna dalam perjalanan pulang kerja sebagai perawat di Rumah Sakit Utama Tanjungpandan menuju rumahnya Perumahan Alam Raya Lestari

Editor: Hendra

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Aksi penjambretan terjadi lagi di Belitung. Korbannya seorang perempuan bernama Ratna Dwi Puspasari (26).

Ia bahkan terjatuh bersama sepeda motornya, saat para penjahat itu merampas tas miliknya di depan gerbang Perumahan Alam Raya Lestari, Desa Air Raya, Sabtu (23/7) jelang tengah malam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari kepolisian, saat kejadian, Ratna dalam perjalanan pulang kerja sebagai perawat di Rumah Sakit Utama Tanjungpandan menuju rumahnya Perumahan Alam Raya Lestari.

Saat akan membelok masuk ke kawasan perumahan tersebut, tiba-tiba ia dipepet oleh dua pria berboncengan sepeda motor.

Akibat diserempat secara tiba-tiba dari sisi kanan, korban pun terkejut lalu terjatuh bersama sepeda motornya.

Di saat bersamaan, pelaku langsung mengambil tas sandang korban lalu melarikan diri.

Kabag Ops Polres Belitung, Kompol Siswo Dwi Nugroho seizin Kapolres Belitung, AKBP Sunandar membenarkan tentang adanya aksi penjambretan itu.

Sejuah ini polisi masih melakukan upaya lidik, bersamaan dengan tiga kasus penjambretan sebelumnya.

"Kami masih lidik. Dari hasil keterangan korban, kemungkinan dari empat korban jambret itu semua pelaku nya masih sama. Sepeda motor dan pelakunya ada kemiripan," ucap Siswo kepada Pos Belitung, Senin (25/7).

Khusus untuk korban Ratna, kata Siswo, memang sempat terjatuh dari sepeda motor diarah bagian kiri jalan.

Sehingga membuat pelaku, bisa dengan mudah untuk mengambil tas sandang milik korban.

"Sempet terjatuh memang, soalnya dipepet oleh pelaku dari belakang. Modusnya, masih sama dengan aksi jambret sebelum-sebelumnya. Pelaku juga masih sama berjumlah dua orang," ucapnya.

Akibat dari peristiwa ini, korban kehilangan satu buah dompet berwarna merah, charger handphone (HP), uang tunai Rp 400 ribu, satu unit HP merk Oppo, dua buah cincin seharga Rp 2 juta dan Rp 1 juta, tiga keping ATM Bank Sumsel, BRI dan Mandiri serta KTP, SIM C, dan kartu BPJS.

"Kerugian nya sekitar Rp 7 juta. Kami masih terus berupa melakukan giat patroli secara ekstra dititik-titik rawan pada jam-jam tertentu. Kami juga minta kepada masyarakat, untuk bekerjasama agar bisa memberikan informasi terkait orang-orang yang dicurigai. Karena sekecil apapun informasi itu, akan sangat membantu pengungkapan kasus ini," pungkasnya.

Bikin Resah Pariwisata
AKSI pelaku penjambretan telah berlangsung sebanyak empat kali di Tanjungpandan.

Kejadian itu, sangat berdampak buruk bagi pariwisata negeri laskar pelangi.

Sumber: babel news
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved