Minggu, 19 April 2026

Selamat Jalan Abay! Semangat Bersekolahnya Tak Surut Meski Digerogoti Kanker Tulang

Semasa hidupnya, Abay ingin sekolah meskipun menggunakan kursi roda. Padahal penyakit kanker tulang sedang menggerogoti tubuhnya

Editor: Hendra
Bangkapos.com, Yudistira Gatra Praja
Siti Muawana sedang mengompres bagian dada putranya, Abay, yang sakit kangker tulang di Ruang Asoka, kamar 3, kelas 2, RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, Selasa (24/5/2016). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Suasana haru masih menyelimuti kediaman orangtua Hardiansyah Rozikin Akbar (6) atau yang akrab disapa Abay, Rabu (27/7).

Bocah penderita kanker tulang itu meninggal dunia dalam perawatan di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, Rabu sekitar pukul 01.00 WIB.

Puluhan orang melayat ke rumah duka, di perumahan Puri Bhayangkara Airitam, Pangkalpinang. Ayah Abay, Miftahudin ikhlas melepas kepergian anak bungsunya itu kepada Allah SWT.

Abay dimakamkan di perkuburan depan SMADA Pangkalpinang sekitar pukul 11.00 WIB.

Semasa hidupnya, Abay ingin sekolah meskipun menggunakan kursi roda.

"Abay sempat minta sama ibunya untuk sekolah, walau pakai kursi roda tidak apa-apa yang penting ketemu guru dan teman-temannya," ungkap Miftahudin.

Sebagai orangtua, Miftahudin bersama istrinya memiliki firasat yang begitu besar sebelum kepergian anak bungsunya itu.

Sebelum mengalami koma karena pendarahan besar, Abay selalu gelisah dan selalu minta untuk digendong dan dipangku oleh kedua orangtuanya.

Setelah sempat beberapa kali keluar masuk rumah sakit, akhirnya 15 hari dalam perawatan Abay meninggal.

Selama perawatan hampir tiga bulan, Abay sudah menghabiskan 38 kantong darah.

"Alhamdulilah banyak yang peduli, saya tidak menduga. Saya ucapkan terima kasih kepada rekan wartawan, pemerintah, gubernur, wali kota, semuanya terima kasih sudah sayang dan peduli sama Abay, terima kasih sampai hari ini Abay dikenal masyarakat," katanya.

Abay awalnya mengalami benjolan mirip kutil pada punggungnya.

Saat itu, tidak ada firasat apapun dan benjolan itu ketika dipegang malah membuat Abay merasakan geli.

Akhirnya, benjolan itu malah dijadikan Abay mainan ketika hendak tidur.

Ternyata, setelah beberapa lama, ternyata semakin besar dan tiba-tiba Abay merasakan sakit luar biasa pada bagian kakinya. Hingga akhirnya dibawa ke dokter dan pihak medis memutuskan untuk dilakukan operasi di benjolan.

Sumber: babel news
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved