Kamis, 30 April 2026

Tarmizi Ungkap Brigadir Medi Terlibat Mutilasi Anggota DPRD Bandar Lampung

Kasus ini terungkap bermula dari adanya penemuan mayat mutilasi tanpa identitas di Desa Tanjungkemala, Kecamatan Martapura,

Tayang:
Editor: Hendra
TRIBUN LAMPUNG/WAKOS REZA GAUTAMA
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung Komisaris Besar Zarialdi bersama Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Ajun Komisaris Besar Juni Duarsyah tiba di markas Polda Lampung, Rabu (27/7/2016). Kedua pejabat ini tiba dari Mabes Polri. Dari pantauan Tribun Lampung, Juni terlihat membawa kardus berisi barang bukti terkait kasus mutilasi anggota DPRD Bandar Lampung M Pansor. 

BANGKAPOS.COM, BANDAR LAMPUNG, -- Kapolda Lampung Brigadir Jenderal Ike Edwin memastikan dua orang yang ditangkap petugas Selasa (26/7) lalu menjadi tersangka kasus mutilasi anggota DPRD Bandar Lampung M Pansor.

Kedua orang itu adalah Brigadir Medi Andika, anggota Polresta Bandar Lampung, dan Tarmizi alias Dede, karyawan salah satu warung makan.

"Ya mereka sudah tersangka. Sudah diperiksa sejak kemarin oleh penyidik," ujar Ike kepada wartawan, Rabu (27/7) petang.

Arloji yang dipakai Tarmizi diduga milik Pansor menjadi petunjuk mengungkap kasus ini.

Pansor merupakan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung. Legislator ini dinyatakan menghilang pertengahan April 2016.

Kasus ini terungkap bermula dari adanya penemuan mayat mutilasi tanpa identitas di Desa Tanjungkemala, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan.

Warga hanya menemukan sepasang kaki dan potongan kepala. Sementara potongan badan hingga kini belum ditemukan.

Setelah melalui serangkaian proses penyelidikan cukup panjang, termasuk tes deoxyribonucleic acid (DNA) di Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri, identitas mayat akhirnya teridentifikasi M Pansor.

Mengenai motif, Kapolda belum mau mengungkapkan karena masih dalam pendalaman. Ia mengatakan, penyidik masih mencocokkan bukti-bukti yang didapat.

Mengenai barang bukti yang dibawa ke Polda Sumatera Selatan dan Mabes Polri, Ike mengaku belum mendapat laporan dari Direktur Reserse Kriminal Umum Komisaris Besar Zarialdi. Menurutnya, bukti-bukti yang dibawa itu masih perlu analisa untuk menguatkan pembuktian.

Arloji Jadi Petunjuk
Sementara itu, informasi yang dihimpun Tribun Lampung, petugas belum mengetahui lokasi pembunuhan Pansor karena Medi tidak mengakui terlibat pembunuhan Pansor. Keterlibatan Medi terungkap dari tersangka lainnya Tarmizi.

Informasi yang didapat, awalnya Medi diduga menghubungi Tarmizi meminta ditemani pergi.

Medi lalu menjemput Tarmizi di tempat kerjanya di Way Halim. Mereka pergi mengendarai mobil Toyota Kijang Innova yang diduga milik Pansor.

Pada saat masuk ke mobil, Tarmizi mencium bau amis. Tarmizi menanyakan bau amis itu ke Medi.

Agar tidak ada bau menyengat, Medi menyemprot pengharum udara di mobil. Medi membawa Tarmizi ke rumahnya.

Sumber: babel news
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved