Sabtu, 11 April 2026

Terungkap, Ada Puluhan Kondom Ditemukan di Panti Pijat Ini Saat Dirazia

Hasilnya, kata dia, petugas menemukan puluhan kondom dan alat tes kehamilan yang disimpan di lemari besi para terapis. Namun demikian, petugas ...

Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Puluhan alat kontrasepsi berupa kondom dan alat uji kehamilan disita polisi dari sebuah tempat spa atau panti pijat Edelwies di Rumah Toko Grand Galaxy City, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Rabu (3/8/2016) siang. 

BANGKAPOS.COM, BEKASI -- Sebuah tempat spa atau panti pijat Edelwies di Rumah Toko Grand Galaxy City, Bekasi Selatan, Kota Bekasi dirazia polisi, Rabu (3/8/2016) siang.

BACA: Foto Bocah Tidur di Samping Peti Mati sang Ibu Ini Bikin Semua Orang Berurai Airmata

Dalam razia tersebut, anggota menemukan puluhan alat kontrasepsi berupa kondom dan alat uji kehamilan.

Kepala Kepolisian Sektor Bekasi Selatan, Komisaris Jayadi mengatakan, razia ini digelar karena polisi mendapat informasi bahwa di lokasi setempat dicurigai menjadi tempat prostitusi.

BACA: Ayu Ting Ting dan Raffi Ahmad Dituding Netizen Mojok Bareng Gara-gara Foto Sepatu Ini

Berbekal laporan itu, petugas bergegas ke lokasi untuk mengeceknya.

Hasilnya, kata dia, petugas menemukan puluhan kondom dan alat tes kehamilan yang disimpan di lemari besi para terapis.

Namun demikian, petugas tidak mendapati para terapis, karena saat didatangi tempat pijat tersebut belum dibuka untuk umum.

BACA: Terungkap, Inilah Identitas Wartawan yang Sebut Barista Cafe Olivier Terima Uang Rp 140 Juta

"Kondom dan alat tes kehamilan kita temukan juga di beberapa tas milik terapis yang disimpan di dalam lemari besi mereka," kata Jayadi pada Rabu (3/8/2016).

Jayadi berencana akan memanggil pemilik atau pengelola panti pijat tersebut guna mengetahui alasan para terapis menyimpan alat kontrasepsi tersebut.

"Sejauh ini memang belum ditemukan penyalahgunaan tempat sebagai lokasi prostitusi, tapi tetap kita panggil pemiliknya guna mengetahui alasan terapis menyimpan alat kontrasepsi," jelas Jayadi.

Sementara itu, salah seorang petugas resepsionis menolak memberi keterangan kepada wartawan.

Dia malah menantang wartawan dengan menunjukkan sebuah kartu identitas dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di wilayah setempat.

Salah seorang warga yang pernah berkunjung ke sana, AS (31) mengaku, biasa mengeluarkan uang sebesar Rp 550.000 untuk sekali pijat selama satu jam.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved