Mata Tai Se Ja Harus Tertutup Hingga Perayaan Sembahyang Rebut

Patung Tai Se Ja atau Dewa Hantu merupakan bagian dari ritual sembahyang rebut yang dilakukan oleh warga keturunan Tionghoa di Pulau Bangka.

Mata Tai Se Ja Harus Tertutup Hingga Perayaan Sembahyang Rebut
Bangkapos.com/Deddy Marjaya
Patung Thai Se Ja dengan posisi mata tertutup yang dibangun di depan Klenteng Hap Miau Desa Merawang Kabupaten Bangka, Minggu (14/8/2016). 

Laporan Wartawan Bangka Pos Deddy Marjaya

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Berdasarkan ritual untuk membangun patung Tai Se Ja harus berdasarkan arahan dan bimbingan dari Tai Fak (dukun).

Patung Tai Se Ja atau Dewa Hantu (ada yang mengartikan Dewa Penjaga Arwah) merupakan bagian dari ritual sembahyang rebut yang dilakukan oleh warga keturunan Tionghoa di Pulau Bangka.

Banyak hal yang sudah dihilangkan oleh warga keturunan Tionghoa yang membangun patung Thai Seja

Salah satunya adalah menutup bagian mata patung Thai Se Ja hingga perayaan puncak Sembahyang Rebut yang tahun ini jatuh pada tanggal 17 Agustus 2016.

Menurut Aho pengurus Klenteng Hap Miau Desa Merawang Kabupaten Bangka tertutupnya mata Thai Se Ja sebagai simbol agar ia tidak marah melihat arwah-arwah yang gentayangan.

"Membuka mata Thai Se Ja juga harus dilakukan oleh tai fak tidak sembarang orang," kata Aho ditemui bangkapos.com, Minggu (14/8/2016).

Patung Thai Se Ja dengan posisi duduk dan memegang alat tulis merupakan lambang Dewa Penjaga Arwah yang akan mencatat arwah-arwah saat kembali ke alamnya dalam prosesi perayaan sembahyang rebut.

Patung ini akan dibakar saat puncak perayaan diawali dengan perebuta sesaji yang akan diletakkan didepan patung.

Penulis: deddy_marjaya
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved