Bangka Pos Hari Ini

1 Jam Gubernur Bertemu Udin-Dessy, Hasil Sementara Bikin Prof Udin Semringah

Gubernur Kepulauan Babel, Hidayat Arsani bertemu dengan calon Wali Kota dan Wakil Wako Pangkalpinang, Saparudin Masyarif-Dessy Ayu Trisna.

Editor: M Ismunadi
Bangkapos.com
Bangka Pos Hari Ini, Jumat (29/8/2025). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani bertemu dengan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin Masyarif-Dessy Ayu Trisna di rumah dinas Gubernur Babel, Rabu (27/8) malam. 

Tidak ada kesan formal dalam pertemuan selama kurang lebih satu jam tersebut. Gubernur Hidayat terpantau mengenakan kaus dan celana pendek. Sedangkan Prof Udin, sapaan akrab Saparudin Masyarif mengenakan kemeja batik merah yang biasa dipakainya selama kegiatan formal kampanye di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ulang Kota Pangkalpinang tahun 2025.

Prof Udin didampingi istri dan anaknya. Sementara Cece Dessy, sapaan akrab Dessy Ayu Trisna, terlihat menggandeng suaminya, M Irwansyah yang juga pernah menjabat Wali Kota Pangkalpinang.

“Saya datang ke rumah dinas gubernur karena dipanggil oleh Pak Hidayat. Saya sejak penetapan rekom tidak pernah bertemu beliau lagi. Tadi dipanggil beliau cuma ngobrol ringan aja tidak ada yang berat-berat,” kata Prof Udin kepada Bangka Pos, Rabu (27/8) malam.

“Bahkan mengucapkan selamat aja engga paling menyebut kapan kita bikin baju?” lanjutnya.

Pantauan Bangka Pos, Udin-Dessy tiba di rumah dinas Gubernur Babel sekitar pukul 19.20 WIB. Rombongan pun meninggalkan rumah yang berada di kawasan perkantoran Pemerintah Provinsi itu sekitar pukul 20.15 WIB.

Campur jadi Satu

Lebih lanjut, Prof Udin lebih banyak mengungkapkan perasaannya setelah melihat hasil sementara Pilkada ulang Kota Pangkalpinang tahun 2025. Seperti diberitakan, pasangan Udin-Dessy untuk sementara disebut menuai hasil maksimal dan menempati urutan pertama dari tiga pasangan calon (Paslon) lainnya.

“Awalnya saya tidak merasa senang ataupun sedih, justru terkejut. Karena survei terakhir menunjukkan persaingan begitu ketat, tipis sekali antara nomor 02, 03, dan 04. Tapi hasil quick count justru menunjukkan selisih jauh, bahkan mencapai 20 persen. Itu benar-benar di luar bayangan saya,” kata Prof Udin yang dibincangi Bangka Pos di rumah pribadinya di kawasan Kelurahan Kejaksaan, Kacangpedang, Kota Pangkalpinang.

Dia mengaku butuh waktu beberapa saat untuk meyakinkan diri bahwa hasil itu nyata. Bukan hanya angka, tetapi juga cerminan dukungan masyarakat yang telah bekerja keras mendukungnya di lapangan.

“Ketika keluarga dan tim menangis haru, saya justru mencoba menahan diri. Yang langsung saya ingat adalah perjuangan panjang, dan terutama ibu serta kakak perempuan saya yang baru meninggal dunia. Ada rasa yang sangat mengganjal. Bahagia pasti ada, tapi bercampur,” ungkapnya.

Baginya, perjalanan panjang selama lebih dari satu dekade dalam dunia politik tidaklah mudah. Sejak pertama kali mencalonkan diri pada 2013, lalu kembali pada 2018, hingga kini 2025, perjuangan itu penuh dengan jatuh bangun.

“Mungkin ini saatnya, mungkin ini amanah dari masyarakat dan jalan Tuhan. Tetapi saya tetap meneguhkan hati, karena yang menentukan adalah keputusan resmi KPU nanti,” tegas Prof Udin.

Baginya, hasil quick count bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru. Prof Udin sadar ekspektasi masyarakat begitu besar, sehingga rasa syukur juga harus dibarengi dengan kesiapan memikul tanggung jawab.

“Alhamdulillah, saya bersyukur dan berterima kasih sebesar-besarnya kepada masyarakat, partai pengusung, simpatisan, relawan, dan semua pihak yang sudah berjuang tanpa lelah. Kepercayaan ini sangat berarti bagi saya dan Bu Desy,” tuturnya penuh haru.

Halaman
12
Sumber: bangkapos
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved