Tahun Depan Hotel Terbesar Dunia Ini Akan Dibuka di Mekkah
Bangunan yang dinamai Abraj Kudai itu akan memiliki 10.000 kamar dan mencakup area seluas 1,4 juta meter persegi.
BANGKAPOS.COM, MEKKAH - Sebuah hotel terbesar di dunia akan dibuka di kota Mekkah, Arab Saudi tahun depan.
Bangunan yang dinamai Abraj Kudai itu akan memiliki 10.000 kamar dan mencakup area seluas 1,4 juta meter persegi.
Selain kamar hotel, bangunan ini juga menyediakan 70 restoran, sebuah pusat perbelanjaan besar dan sebuah ruang serba guna yang sangat megah.
Bangunan ini juga memiliki 12 menara, 10 menara di antaranya akan digunakan sebagai hotel bintang lima dan dua lainnya untuk para tamu VVIP.
Menara tertinggi bangunan ini terdiri dari 45 lantai dan yang terpendek "hanya" diisi 30 lantai dengan dilengkapi setidaknya empat helipad.
Pembangunan hotel raksasa ini dikabarkan menghabiskan biaya 2,7 miliar poundsterling atau hampir Rp 46 triliun.
Pembangunan hotel ini dibiayai Kementerian Keuangan Arab Saudi dan dirancang kelompok konsultan bangunan internasional Dar al-Handasah.
Hotel megah ini dibangun sejauh dua kilometer dari Masjidil Haram, yang setiap tahun didatangi lima juta umat Muslim saat menjalankan ibadah haji atau umrah.
Gedung ini menjulang di dekat Masjidil Haram.
Tarif termahal di hotel ini dengan kamar yang menyajikan pemandangan Kabah di bawahnya adalah 4.000 poundsterling atau Rp 68 juta semalam.
Bangunan mewah ini menempati lokasi yang dulunya berdiri benteng Ajyad, sebuah bangunan abad ke-18 peninggalan Kesultanan Ottoman yang dihancurkan pada 2002 meski dikecam dunia internasional.
Proyek bangunan raksasa lainnya yang juga tak jauh dari Masjidil Haram adalah kompleks Jabal Omer yang kini sedang dalam proses pembangunan.
Di kompleks ini nantinya terdapat 37 menara, yang sembilan di antaranya memiliki ketinggian di atas 150 meter.
Nantinya, tak semua lantai dibuka untuk publik. Lima lantai hotel ini akan dikhususkan bagi keluarga kerajaan Arab Saudi yang hendak menginap di tempat itu.
Terus berlanjutnya pembangunan gedung pencakar langit dan berbagai bangunan mewah di Mekkah mengundang kritik Irfan al-Alawi, direktur Yayasan Riset Peninggalan Islam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/abraj-kudai_20160814_154133.jpg)