Bupati Tarmizi Atur Penampungan Singkong Petani
Bupati Bangka H Tarmizi Saat sudah membagi penampungan hasil singkong kasesa para petani
Penulis: nurhayati | Editor: fitriadi
Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bupati Bangka H Tarmizi Saat sudah membagi penampungan hasil singkong kasesa para petani di Kabupaten Bangka maupun di kabupaten lain di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Beberapa pabrik tapioka besar sudah dibangun di Kabupaten Bangka.
Tarmizi menjelaskan, PT Bangka Asindo Agri (BAA) di Kelurahan Kenanga Sungailiat akan difokuskan untuk menampung singkong petani di Kecamatan Belinyu, Riausilip, Sungailiat, Merawang dan Bangka Tengah.
Sedangkan untuk pabrik tapioka PT Sinar Baturusa Prima (SBP) di Desa Puding Kecamatan Puding Besar Kabupaten Bangka akan menampung singkong kasesa dari Bangka Barat, Bangka Selatan, Mendobarat, Bakam, Puding Besar dan Kelapa.
"Kita ngatur pola KSR (Kebun Singkong Rakyat-red) ini per wilayah jadi tidak ada rebutan bahan baku," kata Tarmizi usai meninjau Pabrik Tapioka PT BAA di Kelurahan Kenanga, Kamis (25/8/2016).
Ia tidak khawatir kekurangan bahan baku singkong karena dengan berdirinya pabrik tapioka ini petani tidak merasa sia-sia berkebun singkong. Para petani sudah meninjau sendiri pembangunan pabrik tapioka ini untuk melihat langsung.
"Kalau pabrik ini sudah mulai berjalan saya yakin, kayak di Lampung tidak ada lagi hutan sudah menjadi kebun ubi semua. Kita harus optimis ini dapat berjalan dengan baik," tegas Tarmizi.
Oleh karena itu Pemkab Bangka melalui Dinas Peternakan dan Pertanian Kabupaten Bangka diharapkan terus melakukan sosialisasi ke masyarakat agar mau menanam singkong kasesa.
Selain itu Pemkab Bangka bekerjasama dengan pihak pabrik tapioka mengenai masalah harga singkong kasesa yang dibeli dari para petani.
"Diakhir pameran kita bagi mobil lagi 12 unit untuk kelompok tani dan BUMDes. Sudah dibeli mobilnya tidak ada persoalan karena itu dana alokasi khusus tidak termasuk pembangunan yang ada," jelas Tarmizi.
Untuk tenaga kerja lanjutnya di PT BAA belum diketahui pasti karena belum ada laporan.
Sedangkan untuk tenaga kerja di PT SBP di Puding Besar sudah merekrut dari Polman Babel dan Universitas Bangka Belitung. Bagi tenaga kerja teknis akan didik di Lampung selama tiga hingga empat bulan.
"Kalau tenaga kerja kasar diambil dari masyarakat setempatlah, mereka melamar tetapi belum diterima, yang lagi disiapkan tenaga teknik mesin, teknik elektro dan manajemen," jelas Tarmizi.
Disinggung permasalahan yang dihadapi pabrik tapioka milik PT BMA diakuinya karena kendala permodalan. Dikatakannya Direktur PT BMA akhir Januari 2017 pabrik akan beroperasi penuh karena adanya pergantian mesin baru.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/pabrik-tapioka_20160825_135245.jpg)