Senin, 20 April 2026

Inilah Ternyata Negara-negara di Dunia Yang Tak Punya Tentara

"Aneh...negara zonder tentara," kata Jenderal Oerip Soemohardjo suatu saat, ketika pemerintah Indonesia belum kunjung memiliki militer meski ...

Wikipedia
Garda Swiss adalah satuan pengamanan Vatikan yang memiliki tugas utama untuk menjaga Paus. 

Perjanjian itu memastikan Samoa bisa mendapatkan bantuan militer saat diperlukan. Namun, perjanjian itu juga mengatur bahwa kedua negara bisa mundur dari perjanjian sewaktu-waktu jika diinginkan.

4. Palau
Negeri kepulauan di wilayah barat Samudera Pasifik ini juga hanya memiliki kepolisian untuk memberikan perlindungan secukupnya untuk warga negara. Jika terjadi perang maka pemerintah Palau harus meminta bantuan kepada negara-negara lain untuk melindungi negeri kecil itu.

Sejak 1983, Palau menjadi wilayah protektorat AS, artinya Palau akan mendapat perlindungan dari negeri adi kuasa itu jika terlibat dalam perang.

5. Andorra
Meski tak memiliki militer yang signifikan, negeri kecil yang terjepit antara Perancis dan Spanyol ini berani menyatakan perang terhadap Jerman pada 1914. Dengan militer berkekuatan hanya 10 personel, deklarasi perang Andorra ini tak dianggap serius dan negeri itu juga tak banyak berperan dalam Perang Dunia I.

Bahkan, meski Andorra berpihak kepada sekutu, negeri ini tak diundang dalam perjanjian damai di Versailles, Perancis. Pada 1931, pemerintah Andorra resmi menghapus militer dan menggantinya dengan satuan kepolisian berkekuatan 240 orang.

Pasukan polisi ini dilatih untuk menciptakan kedamaian, menjaga ketertiban hingga membebaskan sandera. Untuk menjadi anggota kepolisian Andorra, syarat utamanya adalah harus berkelamin pria dan memiliki senjata api.

Meski tak memiliki tentara, Andorra tak perlu khawatir jika terjadi perang karena negeri ini memiliki tiga pelindung yaitu Perancis dan Spanyol yang memiliki perjanjian untuk melindungi negeri itu. Pelindung lain Andorra adalah NATO yang akan ambil bagian melindungi negeri pegunungan itu jika dibutuhkan.

6. Grenada
Sejak diinvasi AS pada 1983, negeri kecil seluas 344 kilometer persegi ini tak pernah lagi membentuk satuan militer. Kini Grenada hanya bertumpu pada kesatuan kepolisian dan sistem keamanan regional untuk melindungi negeri itu.

Grenada secara resmi tak memiliki perjanjian dengan negara lain untuk bantuan perlindungan militer. Dengan sistem keamanan regional, Grenada bisa meminta bantuan negeri-negeri di sekitaranya seperti Antigua dan Barbuda, Barbados, Dominika, Saint Kitts dan Nevis, Saint Lucia dan Saint Vincent.

Namun, negeri-negeri kecil ini tak memiliki cukup kekuatan militer sehingga jika dibutuhkan maka AS akan membantu mereka.

7. Kepulauan Marshall
Berdasarkan perjanjian 1983, Kepulauan Marshall berstatus negara berdaulat. Namun, negeri ini juga memiliki pakta dengan Federasi Negara-negara Mikronesia dan Palau.

Berdasarkan perjanjian ini, ketiga negara ini adalah negara merdeka tetapi memiliki asosiasi khusus dengan AS. Artinya AS akan menjadi pelindung dan Kepulauan Marshall tak perlu memiliki militer reguler.

Untuk menjaga keamanan dan menegakkan aturan, Kepulauan Marshall memiliki kesatuan kepolisian.

8. Liechtenstein
Kerajaan kecil di antara Swiss dan Austria ini menghapuskan militernya pada 1868 pasca-perang Austro-Hongaria karena biaya untuk memelihara tentara terlalu mahal untuk negeri itu.

Setelah negeri ini lepas dari konfederasi Jerman, Liechtenstein seharusnya memiliki tentara sendiri tetapi negeri itu tak memiliki cukup uang untuk membentuk ketentaraan. Dan, untuk menjaga ketertiban dan ketenteraman, Liechtenstein mengandalkan pasukan kepolisian nasionalnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved