Kisah Bocah Yatim Penjual Pempek

Hasil Rekam Medik, Bayu Pranata Ternyata Kurang Gizi, Malaria dan Anemia

Berdasarkan hasil rekam medik terbarunya yang dilakukan di Rumah Sakit Arsani pada Kamis (8/9) menderita kekurangan gizi, malaria, dan anemia

Hasil Rekam Medik, Bayu Pranata Ternyata Kurang Gizi, Malaria dan Anemia
ist
Bayu Pranata 

BANGKAPOS.COM--Alhamdullillah,  bocah kecil yang menginspirasi karena kegigihan dan perjuangannya bertahan hidup, Bayu Pranata yang sebelumnya dikabarkan menderita leukemia, berdasarkan hasil rekam medik terbarunya yang dilakukan di Rumah Sakit Arsani pada Kamis (8/9) hanya menderita kekurangan gizi, malaria, dan anemia.

"Kita tadi pagi kerumah sakit sekitar pukul 10.30 dan melakukan pemeriksaan kesehatan Bayu bersama wali kelas dan ibu kandungnya, hasilnya negatif leukimia namun Bayu menderita kurang gizi, malaria, dan anemia," tutur Walikelas Bayu, Septianti saat mendatangi kantor Bangka Pos, Kamis (8/9/2016) sore.

Ia menceritakan besarnya partisipasi dan kepedulian masyarakat Babel terhadap anak yang menginspirasi ini sangat besar hal ini terbukti dengan banyaknya donasi dari berbagai kalangan untuk membantu anak 12 tahun ini.

"Kita kemarin sudah buka rekening Bank Sumsel atas Bayu untuk donasi dan hingga pukul 09.00 pagi sudah terkumpul 13 juta dan donasi dari turun ke jalan dalam satu jam berhasil mengumpulkan 4.308.000, total keseluruhannya 17.317.500, untuk saat ini sudah cukup, " kata Fiar Hanto satu relawan sahabat Bayu.

Bayu Pranata (12) sendiri adalah warga Gandaria I, Kelurahan Kacangpedang RT 07, Kota Pangkalpinang.

Bocah yatim sejak usia 4 tahun itu, sangat sederhana. Boleh disebut, hidupnya penuh kekurangan. Namun, kegigihan dan semangatnya menjalani hidup tak bisa dipandang biasa-biasa saja.

Bayu dan keluarganya adalah warga asli Kota Pangkalpinang yang baru-baru ini mengundang perhatian netizen. Kisah Bayu dengan penyakit leukimianya namun pantang menyerah, menarik simpati banyak orang.

Bayu merupakan potret kekinian masyarakat yang mulai langka. Tak banyak yang mampu menjalani hidup sekuat Bayu. Tidak berlebihan rasanya, Bayu menjadi inspirasi masyarakat Babel, bisa jadi juga dunia.

Divonis menderita penyakit leukimia sejak usia tiga tahun, tak membuat siswa kelas satu SMP Islam Terpadu (IT) NU Pangkalpinang itu terpuruk dan putus asa.

Justru, cara Bayu memaknai hidup sangat menginspirasi. Bagi dia, tak ada kata menyerah selama nyawa masih dikandung badan.

Halaman
123
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved