Minibus Terbakar di Terminal Keramat
Dramatis, Budi Nyaris Terpanggang Hidup-hidup dan Alami Luka Bakar 60 Persen
sebuah mobil Colt L-300 yang terparkir di dalam Terminal Kampung Keramat Kota Pangkalpinang, tiba-tiba terbakar, disertai suara letupan
Penulis: M Zulkodri | Editor: Iwan Satriawan
Laporan Wartawan Bangka Pos, Zulkodri
BANGKAPOS. COM, BANGKA-- Warga di kawasan Terminal Kampung Keramat Kota Pangkalpinang, Minggu (11/09/2016) sekitar pukul 10.15 WIB heboh melihat sebuah mobil Colt L-300 yang terparkir di dalam Terminal Kampung Keramat Kota Pangkalpinang, tiba-tiba terbakar, disertai suara letupan cukup besar.
Akibat peristiwa tersebut, sopir mobil L-300, Budi (55), warga Sungaiselan terpaksa dilarikan ke rumah sakit.
"Pas itu saya mau ke rumah mertua saya, dengan anak saya naik motor. Dari jauh kami lihat ada asap, dan apinya sudah membesar, nggak tahu apa penyebab kebakarannya, tapi dengar dari warga setempat memang bapak itu, sering ngerit bawa bensin di mobilnya, kejadian sekitar jam sepuluh lewat, " ucap Muhamad.
Beruntung, peristiwa kebakaran tersebut, segera mendapat respon dari dinas Pemadam Kebakaran yang mendapat laporan dari masyarakat.
Sempat pasrah, itulah yang diakui Budi (55), warga Sungai Selan yang menjadi korban terbakarnya mobil Colt L -300 di Terminal Kampung Keramat Kota Pangkalpinang, Minggu (11/09/2016) siang.
"Tidak tahu, hanya pasrah saja kepada Allah, ternyata memang Allah belum mau ambil nyawa saya, " ujar Budi kepada bangkapos.com, ketika ditemui di ruang IGD RSUD Depathi Hamzah setelah mendapat rujukan dari RS Bhakti Wara Pangkalpinang.
Dengan terbata-bata, dan mata terpejam sembari menahan rasa nyeri di tubuhnya, Budi mengaku sama sekali tidak tahu asal muasal api menjalar dan membakar mobil miliknya yang telah dua puluh tahun lebih menemaninya mencari nafkah.
Saat itu, diakuinya, sekitar pukul 10.15 WIB usai menurunkan penumpang di Terminal Kampung Keramat Pangkalpinang.
Dirinya memarkirkan mobil tepat di belakang mushola terminal dan dibawah pohon kelapa, sembari menunggu penumpang.
" Pas itu, saya ngantuk, tertidur, tiba-tiba panas, bangun lihat api sudah besar, asalnya dari lantai mobil saya. Sempat panik mau keluar pintu terkunci, saya tendang kaca mobil tidak mempan, tendang pintu tidak terbuka, kemudian saya pasrah dan duduk, sambil berpikir dan berdoa jangan sampai kebakaran ini, juga membakar rumah orang lain, apalagi kena Mushola. Kemudian saya tendang lagi pintunya, terus akhirnya terbuka. Baru saya keluar. Sudah itu, saya tidak tahu lagi, " ucapnya.
Dikatakan Budi, saat keluar mobilnya, semua pakaiannya sudah habis terbakar. Saat itu sudah datang mobil pemadam kebakaran.
" Hanya pasrahlah pak, ini, musibah bagi kami, bagaimana lagi ini, cari nafkah, memang mobil saya itu, sudah tua. Saya kerja ini, selain cari nafkah juga untuk bayar hutang Bank. Saya takut nanti rumah diambil Bank, " ungkapnya.
Tulang Punggung Keluarga
Sosok Budi dimata istrinya, Farida (47) merupakan sosok bapak yang tangguh, untuk mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan anak-anaknya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/minibus-terbakar1_20160911_154831.jpg)