Senin, 27 April 2026

Pantai Siantu Terselubung Keunikan Lava Bantal

Pantai Tanjung Tinggi, Tanjung Kelayang, dan Pulau Lengkuas menjadi objek wisata unggulan setelah booming film laskar pelangi.

Penulis: Disa Aryandi | Editor: edwardi

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Negeri Laskar Pelangi memiliki pelbagai kekayaan sumber daya alam (SDA). Pesisir pantai menjadi unggulan utama, bagi daerah yang sudah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. Budaya pertambangan timah, kini sedikit demi sedikit sudah mulai ditinggalkan.

Pantai Tanjung Tinggi, Tanjung Kelayang, dan Pulau Lengkuas menjadi objek wisata unggulan setelah booming film laskar pelangi. Namun dibalik tempat tujuan wisata tersebut, masih terdapat pelbagai pantai yang begitu unik berada diwilayah Utara Kabupaten Belitung.

Pantai itu sangat berbeda dibandingkan dengan pantai yang ada di negeri bertuah ini. Pada umumnya pantai di Kabupaten Belitung, dilengkapi dengan bebatuan granit sebagai pelengkap untuk beraktivitas. Kendati pantai yang disebut oleh masyarakat Siantu itu, memiliki geowisata yang sangat unik.

Apa keunikan pantai yang berada di Dusun Kelik, Desa Sijuk, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung itu?. Bebatuan yang ada dipantai yang memiliki panjang sekitar 5 kilo meter (km) itu, bukan dilengkapi dengan batu granit, melainkan bebatuan hasil eruksi gunung api.

Konon pantai itu disebut dengan Pantai Siantu, lantaran pada zaman terdahulu pantai ini dikenal sebagai tempat perkumpulan makhluk halus (hantu). Pantai yang masih belum terkelola itu, mulai berani dilewati oleh masyarakat kampung sekitar pada tahun 1930 an.

Seorang bernama Kik Ilap, pada tahun itu memberanikan diri untuk berkebun disalah satu Pulau yang berada persis didepan pantai Siantu. Seiring perkembangan zaman, maka masyarakat setempat mulai menginjakan kaki ke pesisir pantai itu, untuk keperluan menambatkan perahu.

"Dulunya memang banyak hantu, pulau itu yang disebut Pulau Siantu. Nah setelah Kik Ilap itu berkebun disitu, baru masyarakat mulai kesitu," ucap warga setempat bernama Mawi (80) kepada Posbelitung.com, Selasa (20/9/2016).

Bagaimana untuk menuju pantai Siantu ini?. Perihal itu tentunya tidak perlu dipusingkan, pasalnya sudah terdapat jalan setapak berada disebagian hutan kecil ini. Jarak tempuh untuk menuju lokasi pantai yang memiliki banyak pohon sejenis ketapang ini, mencapai 6 KM dari kampung terakhir atau jalan aspal.

Transportasi yang bisa digunakan untuk menuju lokasi tersebut, dengan menggunakan roda dua atau sepeda motor. Bukan tidak bisa menggunakan kendaraan roda empat, namun harus mobil four wheel drive (4 WD atau 4 X 4).
Selama diperjalanan menuju lokasi pantai ini, tentunya kendaraan diwajibkan melewati bantalan sungai. Namun tidak perlu ditakutkan, Sungai sengkelik itu sudah dilengkapi dengan jembatan yang kokoh dan bisa dilewati oleh kendaraan roda empat.

Apa saja yang bisa dinikmati dipantai Siantu ini?. Tentunya pasir yang ada disepanjang panti ini sangat berbeda dengan pantai di Kabupaten Belitung, identik dengan pasir putih. Jika dilihat dengan kasat mata, pantai Siantu memiliki tekstur berwarna merah muda atau pink.

Namun itu baru bisa terlihat, ketika matahari terus bersinar dan air laut mulai pasang, mengisi bagian pesisir pantai Siantu. Selain itu, hamparan bebatuan yang ada diseputaran pantai ini, jika dilihat secara terus menerus menujukkan warna hitam kehijauan, besar dan tekstur aphanitic.

Dibagian depan hamparan bebatuan itu, terdapat satu pulau kecil yang berjarak sekitar 2 Km dari pesisir pantai. Pulau itu disebut oleh masyarakat sekitar, pulau Siantu dan pernah dijadikan sebuah perkebunan oleh seorang warga setempat bernama Kik Ilap.

Bebatuan yang ada dipantai Siantu, telah diteliti oleh Penyelidik Bumi Utama, Badan Geologi, Oki Oktariadi. Batuan formasi Siantu (PCsp) itu, ternyata memiliki keunikan yaitu Lava Bantal Siantu.

Lava adalah penamaan umum bagi magma yang keluar mengalir ke permukaan. Sedangkan Lava (pillow lava) adalah lava yang berbentuk membundar - memanjang menyerupai bantal, sehingga disebut dengan Lava Bantal.

Itu terbentuk dalam air ditengah-tengah samudera pada pematangan atau punggung tengan tempat kerak samudera dibentuk. Secara geologi, bebatuan yang ada di Belitung satu garis dari Bima, Belitung dan berbelok di Kalimantan sebagai ujungnya.

"Itu umurnya antara 200 sampai 300 juta tahun lalu. Nah yang menarik di Belitung itu ada bebatuan yang ada di Siantu. Bebatuan itu adalah indikasi Lava Bantal, nah Lava bantal ini adalah hasil bebatuan yang terbentuk dari hasil eruksi gunung api purba yang ada dibawah laut," kata Oki Oktariadi kepada Posbelitung.com, Rabu (21/9/2016).

Lambat laun, proses pembentukan batu itu setelah eruksi gunung api langsung masuk ke perairan laut, lantas secara proses membentuk bandal. Sehingga lambat laun menciptakan tumpukan, dan terangkat ke permukaan serta tersingkap di Siantu.

"Dari seluruh bebatuan yang ada di Belitung, Siantu ini yang sangat unik dan tidak diketemukan didaerah lain. Jadi kalau mau dikembangan menjadi warisan wisata geologi, Pulau Belitung cocoknya Siantu itu," jelas pencipta buku warisan geologi Pulau Belitung ini.

Keunikan lainnya bebatuan yang ada disiantu, kemas antar butir terdiri dari atas plagioklas, piroksin, dan mineral sekunder klorit, kalsit dan lempung dengen semen serta mengandung silika dan karbon. Distribusi sebagian besar menunjukkan sepanjang arah timur - barat, pada lebih dari 15 Km, sedangkan distribusi utara selatan hanya mencapai 1 KM.

"Keunikan yang diperlihatkan, dengan struktur lava bantalnya, menunjukkan tingkat warisan geologi berskala nasional. Lagi pula pesisir Siantu itu sangat indah, selain memiliki tebing-tebing, betuannya juga berwarna warni seperti hitam, merah, dan coklat," pungkasnya.

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved