Video
Video : Teknisi Angkatan Laut AS Diserang Monyet di Thailand saat Menuju Selat Hormuz
Teknisi Angkatan Laut AS diserang monyet di Phuket, Thailand saat kapal USS Chief menuju Selat Hormuz untuk misi pembersihan ranjau laut Iran.
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
Ringkasan Berita:
- Seorang teknisi elektronik Angkatan Laut Amerika Serikat mengalami luka ringan setelah diserang monyet di Phuket, Thailand.
- Insiden terjadi saat kapal USS Chief menuju Selat Hormuz untuk operasi pembersihan ranjau Iran.
BANGKAPOS.COM--Seorang teknisi elektronik Angkatan Laut Amerika Serikat dilaporkan mengalami insiden tak terduga saat kapal militernya singgah di Thailand dalam perjalanan menuju kawasan Timur Tengah.
Personel militer AS tersebut diserang seekor monyet di Kota Phuket, Thailand, ketika kapal USS Chief melakukan persinggahan sebelum melanjutkan misi menuju Selat Hormuz.
Dilansir dari New York Post pada Jumat (24/4/2026), identitas teknisi tersebut tidak dipublikasikan.
Akibat serangan itu, ia mengalami luka ringan dan langsung mendapat penanganan medis dari tim kesehatan militer.
Meski cedera yang dialami tidak serius, pihak Angkatan Laut AS tetap memutuskan mengevakuasi teknisi tersebut ke pangkalan militer Amerika Serikat di Sasebo, Jepang, untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Insiden tersebut tidak memengaruhi jalannya operasi militer yang sedang dijalankan Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia.
Kapal USS Chief bersama USS Pioneer tetap melanjutkan perjalanan menuju Selat Hormuz guna menjalankan misi pembersihan ranjau laut yang diduga dipasang Iran di jalur pelayaran strategis tersebut.
Selat Hormuz sendiri dikenal sebagai salah satu jalur distribusi minyak terpenting di dunia.
Gangguan di wilayah itu membuat arus kapal tanker dan perdagangan internasional sempat terganggu.
Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya menuduh Iran menyebarkan ranjau laut di kawasan tersebut, sehingga menghambat lalu lintas pelayaran dan memicu ketegangan baru di Timur Tengah.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemudian memerintahkan pengerahan armada militer untuk membersihkan ranjau demi membuka kembali akses pelayaran internasional.
Langkah itu juga disebut sebagai upaya menekan lonjakan harga minyak dunia yang terus bergerak naik akibat konflik di kawasan Teluk Persia.
Berdasarkan laporan yang beredar, operasi pembersihan ranjau di Selat Hormuz diperkirakan berlangsung hingga enam bulan ke depan dengan melibatkan sejumlah kapal penyapu ranjau milik Angkatan Laut AS.(*)
| Video : Detik-detik Donald Trump Dievakuasi usai Tembakan Pecah di Washington, Situasi AS Memanas |
|
|---|
| Video : Iran Siapkan 30 Juta Pasukan untuk Perang Jilid II, AS Bingung Cari Cara Selamatkan Muka |
|
|---|
| Video: Bukan Lagi Senjata Kecil, Iran Bidik Kapal AS yang Blokade Hormuz Pakai Rudal Berbobot Ton |
|
|---|
| Video : Iran Siaga Penuh Setelah Trump Batalkan Perundingan Damai di Menit Terakhir |
|
|---|
| Video : Detik-Detik Trump Dievakuasi Saat Tembakan Meletus di Washington |
|
|---|