Rabu, 8 April 2026

Bos Tambang Timah Terkubur Hidup-Hidup di Lubang Camui

Perempuan ini histeris sambil mengendong anaknya. Air matanya tak terbendung, berderai membasahi pipi.

Editor: Hendra
Bangkapos.com/Fery Laskari
Warga Dusun Tutut Desa Penyamun dan Polsek Pemali melakukan pencarian jasat Rizal di lubang camui tambang timah inkonvensional (TI Mini) Dusun Tutut, Kamis (29/9/2016). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Perempuan ini histeris sambil mengendong anaknya. Air matanya tak terbendung, berderai membasahi pipi.

Seketika dia lunglai, saat tahu sang suami, Rizal (39) terkubur hidup-hudp dalam lubang camui tambang inkonvensional (TI Mini) di Lokasi Tebet Gg Rantau Dusun Tutut Desa Penyamun Kecamatan Pemali Bangka, Kamis (29/9/2016) petang.

Kejadian bermula saat, Rizal (39), si pemilik TI mini, bersama seorang anak buahnya, Rahmad (29) beraktifitas melakukan pencarian pasir timah. Rizal bertugas memegang kendali, melakukan penyemprotan tanah di lubang sedalam lebih kurang lima meter.

Sementara di depan mereka, dinding curam, berisi sisa tailing pasir. Rizal tak menyangka, dinding tanah berpasir di depann mulai retak.

Tiba-tiba suara gemuruh tanah lonsong terdengar, dan dinding tanah itu roboh, ke arah Rizal dan Rahmad yang berada di bawahnya.

Rahmad sempat beteriak, dan lari ke arah belakang. Sementara Rizal lari ke arah samping. Rahmad si anak buah TI, lolos dari terpaan tanah. Namun tidak demikian dengan Rizal, dia terkubur hidup-hidup di lubang itu.

Dalam kondisi panik, Rahmad lari kesana-kemari, meminta bantuan kepada warga sekitar.

Warga langsung melakukan pencarian manual, melalui cara menyemprot menggunakan selang monitor mesin air TI ke arah hilangnya Rizal.

Kapolsek Pemali, Ipda Harry Frizko ikut melakukan pencarian di lubang itu, dibantu anggotanya. Dalam waktu 30 menit, jasat korban ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.

Kepala Dusun Tutut, Sahroni alias Oni ditemui di Dusun Tutut, Kamis (29/9/2016) petang menyebutkan, Rizal (39) memiliki seorang istri dan dua orang anak.

"Anaknya paling besar masih di SMP, satu lagi masih kecil sekolah PAUD," kata Kadus.

Mengenai identitas korban, diakui Kadus merupakan warganya. Korban seudah lama berprofesi sebagai pencari pasir timah atau pemilik tambang TI mini.

"Rizal itu sudah lebih dari sepuluh tahun tinggal di Dusun Tutut. Asal Rizal dari Desa Sempan, sedangkan istrinya asalnya Desa Airuai. Namun sejak sepuluh tahun silam, mereka tinggal di Tutut," kata Kadus.

Kapolres Bangka AKBP Sekar Maulana diwakili Kapolsek Pemali Ipda Harry Frizko, Kamis (29/9/2016) petang menjelaskan kronologis kejadian.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved