Mangkol Menuju Desa Para Pengusaha
Menurut Kades Mangkol Sugiarto, 40 persen warganya adalah keturunan Tionghoa, 40 persen lagi Melayu. Sisanya Jawa, Batak, dan sebagainya.
Laporan Wartawan Bangka Pos, Nordin
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bersebelahan dengan pusat ibu kota, mau tidak mau menjadikan Desa Mangkol Kecamatan Pangkalan Baru merasakan imbasnya. Warga yang beragam etnis, suku, agama, serta pemikiran lebih terbuka.
Menurut Kades Mangkol Sugiarto, 40 persen warganya adalah keturunan Tionghoa, 40 persen lagi Melayu. Sisanya Jawa, Batak, dan sebagainya.
Rata-rata mereka bekerja di sektor jasa. memiliki usaha, ada pegawai pemerintah dan swasta, usaha kecil menengah, sebagian kecil petani juga peternak.
"Desa Mangkol karena berbatasan langsung dengan kota, jadi imbasnya cukup terasa. Masyarakatnya lebih beragam, baik dari segi suku, agama, etnis," ujarnya kepada Bangkapos.com
Terlepas dari beragamnya warga yang hidup di desa Mangkol, Sugiarto menjelaskan, mereka memiliki potensi potensial yang cukup beragam.
Mulai dari usaka kecil menengah, industri rumahan, peternakan, pertanian. Misalnya seperti pembuatan tahu dan tempe, keretek, kelompok sapi dan sebagainya.
Selain itu Desa Mangkol juga mempunyai impian memiliki wisata air. Mulai dari pemancingan, out bond, hingga tempat bersantai.
"Mudah-mudahan tercapai untuk membuat wisata air kedepannya, kami berharap nanti orang yang bisa melepas lelah di Mangkol setelah beraktivitas di kota," sebut Sugiarto
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/mangkol-menuju-desa-para-pengusaha_20161004_171934.jpg)