Selasa, 14 April 2026

Ki Joko Bodo Beberkan Trik Dimas Kanjeng Gandakan Uang

Paranormal Ki Joko Bodo mengatakan kemampuan Dimas Kanjeng Taat Pribadi menggandaan uang tidak masuk akal.

Editor: fitriadi
net
Ki Joko Bodo 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Paranormal Ki Joko Bodo memberikan penjelasan terkait kemampuan Dimas Kanjeng Taat Pribadi menggandaan uang.

Seperti dikutip dari wawancara Kompas TV, Selasa (4/10/2016), Ki Joko Bodo menegaskan bahwa melipatgandakan uang itu tidak ada ilmunya, apalagi karomah yang dimiliki. Tetapi kalau uang itu dalam bentuk daun, barulah masuk akal. Artinya ada semacam perjanjian gaib.

"Kalau itu (Dimas Kanjeng, red) tidak masuk akal. Kalau bisa dilipatgandakan itu bukan uang, itu hanya daun. Sebab, jika kita bisa masuk ke dunia lain, bayar barang itu uangnya pakai daun. Kalau dibawa ke dunia nyata hanya sebentar terlihat sebagai uang, kemudian berubah jadi daun," kata Ki Joko Bodo.

Maka itu, jika kemudian polisi menggerebek rumah Dimas Kanjeng Taat Pribadi menemukan uang.

Maka itu bisa saja uang asli atau uang yang sengaja dicetak.

"Seharunya dia menemukan daun. Jadi seperti permainan sulap kalau itu berubah jadi daun," ungkapnya penuh semangat.

5 Macam Pesugihan dan Penggandaan Uang dari Bank Gaib Versi Wongalus

Sebenarnya secara umum, semua orang memiliki ilmu untuk menjadi kaya, arti semua orang memiliki ilmu pesugihan.

Tetapi pesugihan menjadi kaya secara normal. Nah pesugihan dalam konteks gaib adalah cara untuk kaya dengan menempuh cara menyimpang, yaitu dengan melakukan pemujaan kepada setan agar diberi kekayaan dunia.

Berikut 5 pesugihan penggandaan uang:

Pesugihan uang PP ada 2 jenis,yaitu jenis besar dan kecil.

Pesugihan uang PP jenis besar, bank gaib memberi pinjaman bisa sampai 50 juta, dan si pelaku harus bisa mendapatkan uang hasil kembalian sebesar 2 miliar.

Uang tersebut bisa dipakai bisa dipakai berkali-kali dan hanya bisa digunakan dari pukul 7 pagi sampai dengan pukul 4 sore dengan jangka waktu tertentu.

Setelah hasil 2 miliar didapat, maka uang pinjaman tadi harus dikembalikan, apabila tidak bisa mengembalikan pada jangka waktu tertentu maka akan mendapat kesusahan.

Pesugihan uang PP ini katanya lebih aman, dikarenakan tidak adanya tumbal (Percaya? .red) dan karena uang yang didapatkan nantinya adalah uang dari hasil penarikan dana orang-orang kaya yang tidak mau berzakat.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved