Selasa, 14 April 2026

Beginilah Kisah Derita Hidup yang Dialami Mutmainah Sebelum Mutilasi Sang Anak

Namun tidak banyak yang tahu dulunya dia adalah gadis periang namun mengalami masa pahit dalam hidupnya akhirnya jadi pemurung dan membunuh anaknya...

Dokumentasi Warga/Warta Kota
Mutmainah alias Iin (28) yang duduk terdiam setelah memutilasi anaknya di kontrakan di Gang Jaya 24, RT 04/10, Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat. 

BANGKAPOS.COM -- Diduga mengalami stress, Mutmainah (28 tahun), tega memutilasi dua anak kandungnya sendiri yang masih berumur satu tahun dan dua tahun.

BACA: Terungkap, Wanita Ternyata Dambakan Seks karena Rasa Cinta, Ini Penjelasannya

Mut melakukan aksinya itu di sebuah rumah kontrakan yang berlokasi di Gang Jaya 24, RT 05/10, Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (2/10/2016), sekitar pukul 08.00 WIB.

Tanpa busana, Sang Ibu meletakkan potongan tubuh kedua anaknya sendiri di meja makan. Aksinya bikin gempar warga.

BACA: Dengar Agus Yudhoyono Mundur dari TNI, Jenderal Gatot Ternyata Langsung Kumpulkan Panglimanya

Namun tidak banyak yang tahu dulunya dia adalah gadis periang namun mengalami masa pahit dalam hidupnya akhirnya jadi pemurung dan membunuh anaknya sendiri.

Mutmainah (28) kabarnya sempat disakiti suaminya yang seorang polisi Aipda Deni Siregar (40) sebelum akhirnya dinikahi.

BACA: Cerita Kasrin Si 'TukangBecak' Mulai dari Naik Haji Ajaib, Tamu, Kurban Hingga Sang Ibu Indi

Mutmainah sakit hati dan menjadi stress setelah keperawanannya direnggut Aipda Deni, lalu ketahuan ternyata polisi itu sudah memiliki istri dan seorang anak.

"Akibat stress itu adik saya sempat stress dan diobati," kata Mohamad Wahidin, kakak Mutmainah kepada wartawan, termasuk Wartakotalive.com di rumah orangtuanya di Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (4/10/2016) sore.

Lelaki yang akrab disapa Wahid ini menceritakan adiknya mengenal Aipda Deni di Satpas SIM di Daan Mogot, Jakarta Barat. Sekitar akhir tahun 2009. "Lagi mau bikim SIM waktu itu," kata Wahid.

Ketika itu adiknya masih bekerja sebagai caddy golf di Golf Cengkareng Club, Jakarta Barat. Saat itu dia sudah 4 tahun bekerja sebagai caddy.

Setelah perkenalan itu, Mutmainah mendapat panggilan sayang 'Imut' dari Aipda Deni. Hubungan itu pun berlanjut. Kisah cinta itu putus setelah Imut tahu bahwa Aipda Deni sudah punya istri dan anak.

Dia pun sedih dan menangis. Lalu kerap diam dan terbengong-bengong sendirian. Saat itulah Imut bercerita ke kakaknya, Juleha (34) dan iparnya bahwa keperawanannya sudah direnggut oleh Aipda Deni.

Bertambah galau lantaran Aipda Deni sering mengirim pesan singkat bernada ancaman ke Imut. Dia pun jadi stress.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved