Kasrin Si Tukang Becak Berhaji Misterius Sebut Bu Indi Sekarang Ada di Kamar
Sejak pulang berhaji pada 5 Oktober 2016, rumah Kasrin ramai didatangi pengunjung untuk bersilaturahmi dan minta doa.
BANGKAPOS.COM, REMBANG - Orang yang paling dicari-cari akhirnya datang juga. Ya, Kasrin si tukang becak yang pergi haji secara misterius telah tiba ke rumahnya.
Sejak pulang berhaji pada 5 Oktober 2016, rumah Kasrin ramai didatangi pengunjung untuk bersilaturahmi dan minta doa.
Sehari-hari pria berusia 59 tahun ini menarik becak dan mangkal di depan Masjid Jami Lasem, Rembang, Jawa Tengah.
Saat Tribun Jateng mengunjungi rumahnya, suasana sangat ramai oleh para tamu yang datang.
Banyak tetangga, teman seprofesinya sesama tukang becak, kerabat, tampak guyub di rumah sederhana milik Kasrin.
Kasrin mengenakan koko dan peci atau kopiah warna putih. Senyumnya mengembang. Sesekali tangannya tak bisa menahan ketika ditarik orang untuk disalami dan diciumi.
Sejumlah botol berisi air putih berada di meja depan dudukKasrin. Botol-botol itu selanjutnya dibawa pulang oleh tamunya setelah didoakan oleh Kasrin.
Istiqomah, putrinya, tampak sibuk melayani tamu-tamu yang datang ke rumah ayahnya hingga tengah malam.
Tamu yang datang tak hanya dari Rembang tapi juga Pati, Kudus, Jepara hingga Semarang. Mereka penasaran dengan kisah Kasrinsi "Haji Ajaib".
Tukang becak yang biasa mangkal di Masjid Jami' Lasem Kabupaten Rembang itu memaparkan pengalamannya berangkat dan selama berada di Tanah Suci.
Dia memang tidak terdaftar di kantor Kemenag Rembang. Tak ada di listing daftar jemaah haji 2016. Kepulangan Kasrin pada 4 Oktober sebagaimana jadwal resmi jemaah haji asal Rembang.
Warga ramai berkunjung ke rumah pria berusia 59 tahun itu di Dukuh Gembul, Desa Sumberejo, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Rabu (5/10/2016).
"Bapak pulang kemarin, sampai Masjid Lasem sekitar pukul 09.00 WIB, kami ramai-ramai menjemputnya ke sana," kata Istiqomah (32), anak bungsu Kasrin, di sela-sela menerima tamu.
Sejak kedatangan Kasrin, rumahnya penuh tamu, bahkan masih berdatangan hingga pukul 02.00 dini hari.
"Usai menunaikan salat Subuh sekitar pukul 05.00 WIB, rumah sudah diketuk orang. Mereka ingin mendengar cerita langsung dari Bapak," imbuh dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/kasrin_20161006_052301.jpg)