Sabtu, 11 April 2026

Kepala Dinas Dilarang Ikut, Tarmizi Akan Dengar Curhat Para Kepala Sekolah

Kalau ada kebijakan bupati tidak memihak guru silahkan saya tidak ada persoalan, saya tidak alergi kok dikritik,

Penulis: nurhayati | Editor: Hendra

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Bupati Bangka H Tarmizi Saat meminta agar para pegawai negeri sipil khususnya para guru sebagai pemain instrumental dalam birokraasi bisa mengaplikasikan undang-undang dalam bidang pendidikan menjadi kegiatan rutin yang bisa diterapkan.

"Saya merasakan dipermerintahan daerah ini sudah 30 tahun menjadi pegawai negeri, tidak banyak yang memahami tugas ini bagaimana menerjemahkan undang-undang itu menjadi lebih simpel dipahami oleh masyarakat," harap Tarmizi ketika membuka sosialisasi program peningkatan mutu pendidikan bagi guru bidang matematika dan smart teaching, Rabu (12/10/2016) di Ruang Pertemuan SMKN 1 Sungailiat.

Selain itu ia menyebutkan mengenai fungsi politik. Selama ini politik itu diterjemahkan hanya berkaitan dengan anggota dewan dan pilkada tetapi bukan seperti itu, politik itu bagaimana memformulasikan menjadi kebijakan pemerintah.

Menurutnya, para guru boleh mempengaruhi kebijakan pemerintah.

"Kami punya ide pak bupati, seperti ini idenya, sarannya seperti ini, itu di masukan melalui dewan dapil masing-masing yang disampaikan oleh guru maupun kepala sekolahnya. Itulah gunanya dewan yang kita pilih itu. Bagaimana ide dari kita disampaikan ke dewan menjadi kebijakan pemerintah. Ini lho bupati kata anggota dewan, guru perlu ini," saran Tarmizi.

Ia mengatakan ide dari para guru penting jangan hanya menunggu saja.

"Hak guru sama dengan hak bupati, kita ini abdi negara semua. Bapak ibu punya hak mengkritisi bupati. Silahkan kritik kalau kebijakannya dak bener. Kalau ada kebijakan bupati tidak memihak guru silahkan saya tidak ada persoalan, saya tidak alergi kok dikritik," ungkap Tarmizi.

Menurutnya silahkan disampaikan melalui facebook, whatsapp, atau menelpon dirinya.

Selain itu ia juga ingin mendengar langsung keluhan para kepala sekolah.

"Jangan sampai kepala sekolah yang tidak neken blockgrant dipindah saya sudah denger itu. Makanya kepala sekolah akan saya kumpulkan nanti curhat semuanya di ruangan saya. Saya mau dengar. Ibu guru ini bukan sapi perah, jadi punya hak. Kumpul Kepala Sekolah SMP di ruangan saya, tapi orang dinas pendidikan tidak boleh ikut. Saya ingin mereka curhat kepada saya," kata Tarmizi.

Diakuinya ada guru yang menyampaikan kepadanya melalui sms dan facebook merasa dizolimi. Untuk itu ia tidak enak mendengarnya apalagi berasal dari daerahnya di Kecamatan Mendobarat.

"Kita terbuka saja. Saya sudah tiga tahun jadi bupati nahan perasaan terus saya rasa saya keluarkan juga. Saya ini bukan orang politik, saya ini orang birokrasi," kata Tarmizi.

Pada kesempatan ini juga meminta agar dinas pendidikan tidak proyek oriented. Secara tegas dia menyatakan tidak ada Bangka Satu, Bangka Dua dalam pelaksanaan proyek di Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka.

Dia juga mengingatkan agar dinas pendidikan inovatif. Diakuinya di dinas pendidikan yang inovatif baru Kabid PAUD-nya dengan adanya p penganugerahan penghargaan nasional untuk Bunda PAUD dan taman bacaan masyarakat.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved