Warga Pun Penasaran Ketika Lihat Dewa Aji Tapakan Dikubur Hidup-hidup
Suasana mistis semakin terasa saat memasuki pukul 23.00 Wita, Kamis (13/10/2016). Sejumlah krama Banjar Adat Getakan kembali ...
Ada beberapa warga dari Karangasem dan Bangli yang juga datang untuk menonton.
"Penasaran saja, pingin nonton. Benar atau tidak dikubur," ujar Wayan Rimpen, warga Tembuku Bangli.
Sekitar pukul 23.00, Dewa Aji Tapakan pun melalui proses ngebah atau istilahnya seda di Pura Pusat Sari, yang letaknya di utara Banjar Adat Getakan.
Setelah prosesi ngebah, layon diarak ke catus pata Banjar Adat Getakan, lalu dilanjutkan dengan prosesi mesiram atau memandikan jenazah di perempatan Getakan.
Setelah mesiram, layon disemayamkan di Bale Dangin dilanjutkan dengan diberi sesajenan.
Tepat pukul 00.00 Wita, diarak menuju setra untuk dipendem. Tidak boleh ada warga di setra saat itu, kecuali kerabat.
"Waktu bangun tidak ada batas waktu, mungkin saja jam 4 atau lebih, menurut sesolahan Ida Ratu Mas Klungkung yang akan membangkitkannya dari kubur," ujar Cokorda Putra Parwata, Perbekel Desa Getakan sekaligus penasihat panitia Calonarang Mependem.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/dewa-aji-tapakan-sebelum-menjalani-prosesi-penguburan_20161014_225524.jpg)