Senin, 13 April 2026

Isu Demo 4 November Bakal Rusuh, Ini Reaksi Mabes Polri

Banyak isu berhembus demo besar-besaran dari Ormas Islam di dalam dan luar ibu kota pada Jumat (4/11/2016) akan berakhir rusuh dan bentrok.

Editor: fitriadi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ribuan ormas Islam yang tergabung dalam berbagai elemen melakukan longmarch menuju Bareskrim Mabes Polri di Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Jumat (14/10/2016). Dalam aksinya mereka menuntut pihak kepolisian memproses Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) secara hukum yang diduga melakukan penistaan agama. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Banyak isu berhembus demo besar-besaran dari Ormas Islam di dalam dan luar ibu kota pada Jumat (4/11/2016) nanti tepatnya di Istana Merdeka, Bareskrim, dan Balaikota DKI akan berakhir rusuh dan bentrok.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Boy Rafli Amar menepis hal tersebut. Jenderal bintang dua ini meminta warga Jakarta tetap tenang dan mempercayakan pengamanan ke Polri, dalam hal ini Polda Metro Jaya.

Baca: 1.250 Personil Dikerahkan Lindungi Jokowi dan Keluarga

Baca: Ratusan Polisi Bersorban Siap Bacakan Asmaul Husna Jika Pendemo Anarkis

Baca: Kader LDII Tak Punya Waktu Ikut Aksi 4 November

Baca: Kata Aa Gym Bilang Jika Jokowi Tidak Lakukan Ini Begini Kondisi yang Terjadi, Sulit Dikendalikan

Baca: GNPF-MUI Sebut Jumlah Pendemo Ahok 200 Ribu Orang dengan Dana Rp 100 Miliar

 Baca: Massa Demo 4 November Dilarang Tidur di Lantai 2 Masjid Istiqlal, Ini Alasannya

"Unras 4 November nanti kami kedepankan sifat persuasif. Jangan anggap kami harus represif karena semua pengamanan ada protapnya, kami sesuai itu," beber Boy Rafli Amar usai rapat tertutup dengan jajaran Mabes Polri dan Polda Metro, Sabtu (29/10/2016) malam di Polda Metro Jaya. 

Boy Rafli Amar melanjutkan unjuk rasa adalah suatu bentuk ekspresi menyampaikan pendapat yang wajib diberikan pengamanan dan pengawalan oleh kepolisian.

Baca: Ada Spanduk Penolakan, Ahok Bilang Saya Pengin Tahu, Sejauh Itukah Orang Benci Sama Ahok?

Baca: Kubu Ahok-Djarot Sebut SBY Rusak Etika Politik

Baca: Nasehat Ruhut untuk SBY: Hati Boleh Panas, Kepala Harus Tetap Dingin

Baca: Peneliti Ini Sebut Pernyataan SBY Seperti Menyiram Minyak

Sehingga pihaknya meminta para koordinator lapangan untuk menyampaikan pemberitahuan aksi menyoal jumlah massa, alat peraga, titik kumpul hingga tuntutan.

"‎Mari kita semua berfikir positif, jangan ada anggapan akan terjadi hal tidak baik. Semua langkah pengamanan kami siapkan termasuk yang sifatnya kontigensi," ucapnya.

Polisi himpun info intelijen

Jajaran Kepolisian RI melakukan rapat internal pengamanan jelang pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di seluruh daerah di tanah air.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar menjelaskan, salah satu pembahasan dalam rapat tersebut terkait pengamanan aksi massa yang akan berlangsung pada 4 November 2016.

Baca: Nafa Urbach Kembali Bikin Heboh dan Haru Netizen Usai Posting Ini soal Julie Perez

Baca: Pantatnya Digituin Penonton, Zaskia Gotik Bilang Seru-seruan

Baca: Gol Ronaldo Membuat Anak Ini Tersadar Setelah Koma 3 Bulan

Boy mengatakan, pihak kepolisian belum mendapatkan informasi jumlah massa yang akan melakukan aksi pada tanggal tersebut.

Namun, mengandalkan sejumlah informasi dari intelijen, pihaknya tengah mengumpulkan informasi tersebut.

"Pengunjuk rasa belum (belum ada informasi), tapi kan kita (dapat) laporan intelijen," ujar Boy di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (29/10/2016).

Adapun pihak kepolisian, kata Boy akan melakukan tindakan persuasif untuk mencegah terjadinya tindakan anarkistis yang akan dilakukan pengunjuk rasa.

Baca: Raisa Dikabarkan Masuk Hotel Bareng Aktor Ganteng

Kepolisian akan berkoordinasi dengan tokoh agama, hingga perangkat kerja daerah agar aksi massa berjalan aman.

"Ini sepenuhnya jadi tugas Polda Metro Jaya, terutama satuan kewilayahan. (Akan) dilakukan secara persuasif, agar niatan untuk berunjuk rasa tidak dimanfaatkan oleh sejumlah pihak-pihak (yang menginginkan) suatu kondisi yang sifatnya anarkistis," ujar Boy.

Baca: Wanita Ini Menang Undian Hingga Ratusan Miliar Rupiah, Hadiah yang Diterima Cuma Makan Malam

Sebelumnya, untuk mengamankan aksi tersebut, Mapolda Metro Jaya berencana mengerahkan 7.000 personel polisi yang juga diperbantukan dari TNI.

Aksi unjuk rasa tersebut merupakan aksi lanjutan yang digelar pada Jumat (14/10/2016).

Saat itu, massa melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Bareskrim dan Balai Kota DKI Jakarta. Para pengunjuk rasa mengkritik gaya kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. (Tribunnews.com/Kompas.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved