Isu Demo 4 November Bakal Rusuh, Ini Reaksi Mabes Polri
Banyak isu berhembus demo besar-besaran dari Ormas Islam di dalam dan luar ibu kota pada Jumat (4/11/2016) akan berakhir rusuh dan bentrok.
BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Banyak isu berhembus demo besar-besaran dari Ormas Islam di dalam dan luar ibu kota pada Jumat (4/11/2016) nanti tepatnya di Istana Merdeka, Bareskrim, dan Balaikota DKI akan berakhir rusuh dan bentrok.
Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Boy Rafli Amar menepis hal tersebut. Jenderal bintang dua ini meminta warga Jakarta tetap tenang dan mempercayakan pengamanan ke Polri, dalam hal ini Polda Metro Jaya.
Baca: 1.250 Personil Dikerahkan Lindungi Jokowi dan Keluarga
Baca: Ratusan Polisi Bersorban Siap Bacakan Asmaul Husna Jika Pendemo Anarkis
Baca: Kader LDII Tak Punya Waktu Ikut Aksi 4 November
Baca: Kata Aa Gym Bilang Jika Jokowi Tidak Lakukan Ini Begini Kondisi yang Terjadi, Sulit Dikendalikan
Baca: GNPF-MUI Sebut Jumlah Pendemo Ahok 200 Ribu Orang dengan Dana Rp 100 Miliar
Baca: Massa Demo 4 November Dilarang Tidur di Lantai 2 Masjid Istiqlal, Ini Alasannya
"Unras 4 November nanti kami kedepankan sifat persuasif. Jangan anggap kami harus represif karena semua pengamanan ada protapnya, kami sesuai itu," beber Boy Rafli Amar usai rapat tertutup dengan jajaran Mabes Polri dan Polda Metro, Sabtu (29/10/2016) malam di Polda Metro Jaya.
Boy Rafli Amar melanjutkan unjuk rasa adalah suatu bentuk ekspresi menyampaikan pendapat yang wajib diberikan pengamanan dan pengawalan oleh kepolisian.
Baca: Ada Spanduk Penolakan, Ahok Bilang Saya Pengin Tahu, Sejauh Itukah Orang Benci Sama Ahok?
Baca: Kubu Ahok-Djarot Sebut SBY Rusak Etika Politik
Baca: Nasehat Ruhut untuk SBY: Hati Boleh Panas, Kepala Harus Tetap Dingin
Baca: Peneliti Ini Sebut Pernyataan SBY Seperti Menyiram Minyak
Sehingga pihaknya meminta para koordinator lapangan untuk menyampaikan pemberitahuan aksi menyoal jumlah massa, alat peraga, titik kumpul hingga tuntutan.
"Mari kita semua berfikir positif, jangan ada anggapan akan terjadi hal tidak baik. Semua langkah pengamanan kami siapkan termasuk yang sifatnya kontigensi," ucapnya.
Polisi himpun info intelijen
Jajaran Kepolisian RI melakukan rapat internal pengamanan jelang pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di seluruh daerah di tanah air.
Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar menjelaskan, salah satu pembahasan dalam rapat tersebut terkait pengamanan aksi massa yang akan berlangsung pada 4 November 2016.
Baca: Nafa Urbach Kembali Bikin Heboh dan Haru Netizen Usai Posting Ini soal Julie Perez
Baca: Pantatnya Digituin Penonton, Zaskia Gotik Bilang Seru-seruan
Baca: Gol Ronaldo Membuat Anak Ini Tersadar Setelah Koma 3 Bulan
Boy mengatakan, pihak kepolisian belum mendapatkan informasi jumlah massa yang akan melakukan aksi pada tanggal tersebut.
Namun, mengandalkan sejumlah informasi dari intelijen, pihaknya tengah mengumpulkan informasi tersebut.
"Pengunjuk rasa belum (belum ada informasi), tapi kan kita (dapat) laporan intelijen," ujar Boy di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (29/10/2016).
Adapun pihak kepolisian, kata Boy akan melakukan tindakan persuasif untuk mencegah terjadinya tindakan anarkistis yang akan dilakukan pengunjuk rasa.
Baca: Raisa Dikabarkan Masuk Hotel Bareng Aktor Ganteng
Kepolisian akan berkoordinasi dengan tokoh agama, hingga perangkat kerja daerah agar aksi massa berjalan aman.
"Ini sepenuhnya jadi tugas Polda Metro Jaya, terutama satuan kewilayahan. (Akan) dilakukan secara persuasif, agar niatan untuk berunjuk rasa tidak dimanfaatkan oleh sejumlah pihak-pihak (yang menginginkan) suatu kondisi yang sifatnya anarkistis," ujar Boy.
Baca: Wanita Ini Menang Undian Hingga Ratusan Miliar Rupiah, Hadiah yang Diterima Cuma Makan Malam
Sebelumnya, untuk mengamankan aksi tersebut, Mapolda Metro Jaya berencana mengerahkan 7.000 personel polisi yang juga diperbantukan dari TNI.
Aksi unjuk rasa tersebut merupakan aksi lanjutan yang digelar pada Jumat (14/10/2016).
Saat itu, massa melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Bareskrim dan Balai Kota DKI Jakarta. Para pengunjuk rasa mengkritik gaya kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. (Tribunnews.com/Kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/demo-ahok_20161030_073656.jpg)