Mencetak Wirausahawan Sejak Anak Masih Sekolah Dasar
Sejak kecil, orang tua perlu mengenalkan anak soal dunia usaha, dan terus meyakinkan bahwa menjadi pengusaha adalah pekerjaan menjanjikan.
BANGKAPOS.COM, SEMARANG - Mencetak wirausaha muda perlu proses cukup panjang.
Sejak kecil, orang tua perlu mengenalkan anak soal dunia usaha, dan terus meyakinkan bahwa menjadi pengusaha adalah pekerjaan menjanjikan.
Demikian disampaikan CEO Bank Mandiri Regional Jateng Makin Nur Hadi dalam diskusi ekonomi mencetak pengusaha muda di Semarang, Jawa Tengah, belum lama ini.
Baca: Persiapkan Anak Menjadi Pengusaha Sejak Dini, Coba 19 Cara Ini

Ilustrasi
Kepedulian orang tua, ujar Makin, diperlukan untuk mengimbangi kebiasaan orang tua saat ini yang mendesak anak untuk menjadi pegawai.
Sang anak disekolahkan tinggi, yang pada gilirannya diminta mendaftar menjadi pegawai.
Makin mengatakan, anak sejak harus didik, dibina sejak menginjak di sekolah.
Sang anak perlu diajarkan soal pola penjualan, biaya produksi dan membuat kreasi kreatif untuk diperjualbelikan.
"Penting membuat anak-anak bermimpi jadi pengusaha. Mengajarkan status pengusaha membanggakan," kata Makin.
Penciptaan wirausaha tersebut juga memantapkan posisi Indonesia sebagai negara berkembang.
Wirausaha di negara berkembang minimal berjumlah dua persen dari jumlah penduduknya.
Saat ini jumlah wirausaha muda baru 1,6 persen dari total penduduk.
Baca: 10 Fitur Tersembunyi WhatsApp dan Cara Mengaksesnya

Aplikasi WhatsApp Call sudah bisa dicoba, namun terbatas untuk undangan.
Jumlah itu berbeda jika dibanding Amerika Serikat yang mempunyai wirausaha 11 persen, Singapura tujuh persen, Malaysia tiga persen.
Jika Indonesia hanya berjumlah 1,6 persen, geliat ekonomi dari perputaran ekonomi tidak bisa tumbuh pesat.
"Indonesia saat ini masih tukang konsumen, bukan yang produksi," tambahnya.
4.000 Wirausaha Muda
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/wirausaha_20161030_071042.jpg)