Konsumen Protes Beli Obat Kadaluarsa di Apotek K24

"Masak apotek K24 ini menjual obat yang sudah kadaluarsa. Ini jelas nggak benar. Kan nanti bisa berbahaya bagi masyarakat," kata Toni

Konsumen Protes Beli Obat  Kadaluarsa di Apotek K24
bangkapos.com/Ryan A Prakasa
Maintate 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Teliti sebelum membeli mungkin tepat jadi pedoman bagi konsumen sebelum membeli suatu barang atau produk. Terlebih lagi  jika hendak membeli obat-obat di apotek dimana pun berada.

Seperti halnya kejadian baru-baru ini dialami oleh seorang warga Kota Pangkalpinang, Toni. Kejadian yang dialaminya itu bermula ketika ia bermaksud hendak membelikan obat sakit jantung di apotek K24 yang terletak di kawasan jalan mesjid Jamik, Kota Pangkalpinang, Senin (31/10/2016) siang.

Namun untunglah obat jantung merek Maintate yang dibelinya cuma 1 strip justru belumlah sempat dikonsumi, sebaliknya ia justru mengaku lebih dulu mengetahui jika obat jantung yang dibelinya saat itu (Maintate) di apotek setempat (Apotek K24) dianggapnya sudah kadaluarsa (expired date) yakni bulan 10 tahun 2016.

"Masak apotek K24 ini menjual obat yang sudah kadaluarsa. Ini jelas nggak benar. Kan nanti bisa berbahaya bagi masyarakat," kata Toni saat menghubungi bangkapos.com, Senin (31/10/2016) sore kemarin saat itu ditelepon ia mengaku.

Saat kejadian kemarin itu diduga sempat terjadi cekcok mulut antara Toni dengan petugas apotek K24 termasuk seorang apoteker K24 yang kebetulan menyaksikan kejadian saat itu di apotek setempat.

"Kasus ini saya laporkan ke pihak BPOM," katanya.

Namun saat kejadian itu Toni mengaku obat jantung (Maintate) yang dibeli di apotek K24 tersebut sempat diserahkan lagi ke petugas apotek setempat, namun begitu ia mengaku masih memiliki bukti struk pembelian obat jantung tersebut.

Terpisah, Carolina Agustin SFarm Apt mengaku selaku apoteker yang bertugas di Apotek K24 saat ditemui bangkapos.com, Selasa (1/11/2016) siang guna dikonfirmasi terkait kejadian sekaligus protes dari seorang konsumen (Toni) terhadap obat jantung (Maintate) yang dibeli apoteknya justru dianggap telah kadaluarsa.

Namun Caroline membantah jika pihaknya sengaja menjual obat-obatan termasuk obat Maintate (obat sakit jantung) di apoteknya diketahui kadaluarsa, sebaliknya kejadian tersebut terjadi lantaran diakuinya akibat kelalaian seorang petugas apotek yang bertugas saat kejadian itu.

Halaman
12
Penulis: ryan augusta
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved