Beredar Foto dan Video Ancaman Pemberontak Suriah Terhadap Ahok
Pihak intelijen juga sudah memberikan laporan kepada aparat kepolisian. Ini membuat petugas keamanan supaya waspada.
BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Jajaran Polda Metro Jayameningkatkan kewaspadaan setelah beredarnya foto kelompok Jaisy Al Fath di Suriah yang bertuliskan 'Tangkap Ahok atau Peti Mati Ahok'.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono, mengatakan aparat kepolisian sudah melakukan monitor penyebaran foto-foto itu di media sosial.
"Kami juga monitor itu terkait media sosial," ujar Awi, kepada wartawan ditemui di Silang Monas, Jakarta, Rabu (2/11/2016).
Berdasarkan informasi intelijen yang diterima aparat kepolisian, kata dia, foto itu ada di Suriah.
Baca: SBY Marah Disebut Punya Harta 9 Triliun, Ini Total Hartanya
Baca: SBY: Info Intelijen Jangan Ngawur
Baca: Mengejek Islam, Peraih Medali Emas Olimpiade Asal Inggris di Hukum
Pihak intelijen juga sudah memberikan laporan kepada aparat kepolisian.
Ini membuat petugas keamanan supaya waspada.
"Iya. Kami monitor, tetapi kan tempat kejadian perkara (TKP) di Suriah. Itu laporan intelijen berarti kami lebih waspada," tambahnya.
"Kalau ternyata ada penyusup dari kelompok radikal seperti ISIS, sikat habis."
Baca: Bokong Dipegang Pria Paruh Baya, Kata Zaskia: Kalo Nggak Pakai Baju Baru Salah
Baca: Polda Metro Waspada Terkait Foto Ahok Beredar di Suriah
Demikian dikemukakan Dewan Pengarah Tim Ahok-Djarot, Dadang Rusdiana ketika dikonfirmasi, Rabu (2/10/2016).
Dadang menanggapi informasi beredarnya foto kelompok Jaisy Al Fath di Suriah yang bertuliskan 'Tangkap Ahok atau Peti Mati Ahok'.
Menurut Dadang Rusdiana, informasi tersebut harus diwaspadai.
Baca: Kata SBY: Tidak Kebalik Dunia Ini, Kalau SBY Terlibat Pembunuhan Munir
Baca: Pilot Ini Lakukan Ritual Seks dan Merekamnya Saat Berada di Pesawat
"Kelompok radikal tentunya senang dengan isu panas yang terjadi di Indonesia dan pasti akan menjadi penumpang gelap dalam mobilisasi massa bernuansa isu SARA," kata Anggota Komisi X DPR itu.
Dadang menegaskan aparat harus mewaspadai adanya penumpang gelap dalam demonstrasi 4 November 2016.
"Tidak ada kompromi bagi pengganggu NKRI," kata Ketua DPP Hanura itu.
Isu aksi demonstrasi yang akan dilakukan oleh Gerakan Pembela Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GPF-MUI) pada 4 November mendatang semakin melebar kemana-mana.
Bahkan beredar foto dari para pemberontak di Suriah yang dikatakan sebagai dari kelompok Jaish Al-Fath beropse dengan sejumlah kertas yang berisikan ancaman terhadap Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/foto-ancaman-kepada-ahok_20161102_140322.jpg)
