Kamis, 16 April 2026

Peneliti Ini Sebut Pernyataan SBY Seperti Menyiram Minyak

Dalam konteks sekarang, tindakan mantan Presiden dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang meminta Gubernur DKI Jakarta...

Rakhmat Nur Hakim/Kompas.com
Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono saat jumpa pers di Cikeas, Bogor, Rabu (2/11/2016). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Dalam konteks sekarang, tindakan mantan Presiden dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang meminta Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diproses hukum memperkeruh suasana. 

Demikian Peneliti Indonesia Legal Rountable (ILR) Erwin Natosmal Oemar menanggapi pernyataan SBY menyikapi rencana unjuk rasa ormas Islam di depan Istana, Jakarta, pada Jumat (4/11/2016), untuk mendesak proses hukum terhadap Ahok.

"SBY seperti menyiram minyak di tengah suasana Jakarta yang panas," kata Erwin kepada Tribunnews.com, Rabu (2/11/2016).

Baca: Kapolri Sebut Basuki Tjahaja Purnama Akan Diperiksa Insya Allah Senin7 November

Baca: Bus Demonstran 4 November Terguling, Seorang Penumpang Tewas

Baca: Kubu Ahok-Djarot Sebut SBY Rusak Etika Politik

Baca: Nasehat Ruhut untuk SBY: Hati Boleh Panas, Kepala Harus Tetap Dingin

Baca: SBY Sarankan Ahok Diproses Hukum Agar Negara Tak Terbakar Amarah

Tindakan SBY yang secara eksplisit meminta Ahok diproses hukum imbuhnya, juga kurang elok secara politik.

Bahkan dia tegaskan, tidak tepat SBY meminta seorang calon untuk diproses hukum sementara dia punya kepentingan yang kental dalam Pilkada DKI Jakarta.

Yakni anak sulungnya menjadi penantang petahana Ahok.

"Publik sulit untuk memisahkan posisi SBY sebagai mantan presiden yang sedang memprotes dengan dirinya yang punya kepentingan bertarung dalam Pilkada," ujarnya.

Baca: Pantatnya Digituin Penonton, Zaskia Gotik Bilang Seru-seruan 

Zaskia gotik
Zaskia Gotik. (Insert) Seorang pria mencium pantat Zaskia Gotik saat manggung.

Hanya sebentuk metafora, menurutnya, meskipun SBY mengatakan, dia dan Demokrat tetap ingin agar Pilgub DKI 2016 diikuti tiga pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur, jika nantinya diproses hukum terkait tuduhan penistaan agama, Ahok tetap memiliki hak untuk berkampanye.

"Menurut saya, pernyataan terakhir itu sebentuk metafor. Publik lebih membaca pernyataan SBY tersebut sebagai pernyataan sebagai politisi dibanding sebagai negarawan," ujarnya.

Baca: Baru Kenal Wanita Bersuami Ini Mau Diajak Making Love

SBY mengingatkan Polri agar jangan sampai negara "terbakar" terkait proses hukum terhadap Gubernur DKI Jakarta Ahok yang dituduh menistakan agama.

Hal itu disampaikan SBY dalam jumpa pers di kediamannya di Puri Cikeas, Bogor, Rabu (2/11/2016), bersama para elite Demokrat.

Jumpa pers tersebut dilakukan untuk menyikapi rencana unjuk rasa ormas Islam di depan Istana, Jakarta, pada Jumat (4/11/2016), untuk mendesak proses hukum terhadap Ahok.

"Kalau ingin negara ini tidak terbakar oleh amarah para penuntut keadilan, Pak Ahok mesti diproses secara hukum. Jangan sampai beliau dianggap kebal hukum," ucap SBY.

Baca: Buronan Pembunuhan Sadis Sembunyi di Simpangkatis

Baca: Istri Siri Bawa Kabur Uang Rp Rp 910 Juta Milik Suami

SBY menekankan kasus yang dituduhkan kepada Ahok, yakni menistakan agama. SBY mengatakan, penistaan agama dilarang secara hukum seperti diatur dalam KUHP.

Ia lalu menyinggung adanya kasus serupa pada masa lalu yang diproses hukum dan dianggap bersalah.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved